SUNGAILIAT, LASPELA — Pemerintah Kabupaten Bangka mengelar paparan kinerja dan prognosis pendapatan daerah (pajak daerah dan retribusi daerah), Rabu (6/5/2026) di Ruang Kerja Bupati.
Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Bangka Fery Insani, Wakil Bupati Bangka Syahbudin, Kepala BPKAD, Dinkes, Dinparbud, DLH, Dinpanpertan, DinPUPR, Dinperkan, Dinkerperindag, Dindikpora, Kabag Keuangan dan Aset Setda, Kabag Hukum dan HAM, RSUD dan KUPT Pasar.
Bupati Bangka Fery Insani mengatakan, untuk pendapatan daerah triwulan pertama ini masih sesuai rencana.
Namun ada beberapa pajak dan retribusi yang tidak lagi dipungut karena untuk mengurangi beban masyarakat dan meningkatkan kemudahan berusaha.
“Evaluasi sampai triwulan 1 itu masih on the track, masih mencapai target, ada yang misalnya kita anggap tidak perlu lagi, kita evaluasi tidak usah dipungut misalnya BBI (Balai Benih Ikan) meskipun ada aturannya tapi itu harus dievakuasi,” jelas Fery usai paparan kinerja dan prognosis pendapatan daerah kepada wartawan.
Menurutnya, untuk fasilitas pemerintah yang representatif seperti objek-objek wisata perlu dibangun dan diperbaiki sehingga pemerintah daerah bisa menarik retribusinya.
Selain itu Pemkab Bangka berusaha menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026 ini di mana saat ini sebesar Rp 250 miliar.
Sedangkan untuk target PAD tahun 2026 ini sebesar sebesar Rp 270 miliar hingga Rp 280 miliar.
“Untuk tahun 2027 itu kita harus ngumpul PAD sebesar Rp 300 miliar, jadi deltanya itu cukup tinggi naik Rp 25 miliar, Rp 25 miliar,” ungkap Fery.
Oleh karena itu pihaknya berusaha menaikan PAD lewat retribusi daerah seperti merapikan pasar.
Di mana tahun 2027 nanti, Pemkab Bangka akan merevitalisasi pasar.
Namun ditegaskan Fery pihaknya tidak menarik tarif retribusi karena akan memberatkan masyarakat.
Hanya saja dia meminta agar masyarakat pengguna fasilitas pemerintah yang merupakan wajib pajak atau retribusi untuk berpartisipasi membayar pajak maupun retribusi.
“Saat ini realisasi retribusi sudah mencapai 30 persen lah, insya Allah tercapai. Kalau tidak tercapai sedih juga bupati ini, bupati yang pusing karena penanggung jawabnya,” beber Fery.
Pihaknya juga akan menggali potensi-potensi pajak dan retribusi daerah yang bisa dipungut untuk menambah PAD.
“Kita cari, kita hitung, kita lihat potensinya insya Allah bisa tercapai,” kata Fery.
Namun semua itu menurutnya harus dibarengi dengan pelayanan dari pemerintah daerah.
“Masak kita memungut retribusi nggak ada pelayanan ke masyarakat, ini tidak fair ke masyarakat,” tegas Fery. (chy)







