Di Tengah Terbatasnya Anggaran, Dinbudpar Bangka Tetap Gelar Sungailiat Triathlon 2026

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Rismy Wira Madonna. (Laspela/Nurhayati)

SUNGAILIAT, LASPELA — Pemkab Bangka pada tahun 2026 ini kembali mengelar event Sungailiat Triathlon.

Kegiatan ini menjadi agenda Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Bangka di mana tahun ini menjadi event ke-10 Sungailiat Triathlon.

Walaupun di tengah efiensi anggaran di Pemkab Bangka tetapi event bergensi ini tetap digelar oleh Dinbudpar Kabupaten Bangka.

“Kabupaten Bangka adalah salah satu kabupaten yang berkomitmen meningkatkan sport tourism atau wisata olahraga. Jadi Triathlon ini sudah event ke 10 pada tahun 2026 ini. Walaupun kita efisiensi masih tetap komit melaksanakan event ini karena ini event kebanggaan kalender pariwisata Kabupaten Bangka,” kata Kepala Dinbudpar Bangka Rismy Wira Madonna kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Sungailiat Tiathlon ke-10 ini akan dilaksanakan pada tanggal 15 hingga 17 Mei 2026 di Pantai Tanjung Pesona.

Kegiatan ini juga digandeng dengan Kejurnas Triathlon yang akan diikuti tri atlet di Indonesia.

Menurut Rismy, Kejurnas Triathlon ini menjadi kebanggaan karena Kabupaten Bangka ditunjuk sebagai tempat pelaksanaan kejuaraan nasional.

“Spesialnya karena kita gandeng Kejurnas akan ada atlet-atlet nasional FTI pengcab se Indonesia. Otomatis mereka akan bawa pelatih, keluarganya, dari yang tidak pernah ke Bangka jadi tahu Bangka Belitung. Jadi itu salah satu bentuk usaha kita promosi. Menjadi daerah yang sangat support dalam kegiatan sport tourism berskala nasional,” jelas Rismy.

Di event Sungailiat Triathlon ini diakuinya kesulitan mencari atlet dari mancanegara.

Padahal pihaknya jauh-jauh hari sudah membuka pendaftaran secara terbuka tetapi atlet mancanegara yang mendaftar minim.

“Setelah covid wisatawan mancanegara untuk event-event yang sifatnya triathlon di luar cukup banyak, bervariatif dan memang mereka memikirkan biaya ke Bangka semakin tinggi karena avtur tinggi jadi harga tiket tinggi. Selain itu juga banyak event diselenggarakan baik di Indonesia maupun dunia, jadi kita belum menjadi pilihan,” beber Rismy.

Untuk saat ini atlet yang sudah mendaftar sekitar 200 orang baik untuk Sungailiat Triathlon maupun Kejurnas Triathlon.

Dilihat dari event triathlon di Belitung yang disponsori oleh BCA dia menilai jumlah peserta Sungailiat Triathlon dan Kejurnas Triathlon sudah cukup banyak.

“Di mana target kita 200 hingga 300 peserta,” ujar Rismy.

Anggaran Terbatas

Rismy menyebutkan pihaknya tetap komit melaksanakan Sungailiat Triathlon di tengah anggaran yang terbatas.

Sebelum pandemi Covid-19 untuk pelaksanaan Sungailiat Triathlon anggarannya sampai Rp 1 miliar dengan menggunakan jasa Event Organized (EO) dan mengandeng berbagai sponsor.

“Kita akui seperti disampaikan bupati di tengah kelemahan ekonomi dan fiskal, menurunnya APBD tetapi di tengah sulit itu kita masih mau melaksanakan mencari event-event skala nasional agar nanti selama kegiatan ekonomi juga berputar,” jelas Rismy.

Namun saat ini secara blak-blakan Rismy mengakui anggaran untuk pelaksanaan Sungailiat Triathlon ini sangat minim dari tahun-tahun sebelumnya, di mana tahun 2026 ini hanya tersisa sebesar 30 persen.

“Turunnya itu dari yang dulu sampai 70 persen menyisakan 30 persen anggaran untuk melaksanakan triathlon,” ungkapnya.

Terlepas dari hal itu dia optimistis Sungailiat Triathlon dan Kejurnas Triathlon bisa berjalan dengan sukses.

Pantai Tanjung Pesona Jadi Lokasi

Untuk lokasi Sungailiat Triathlon sengaja di pilih di Pantai Tanjung Pesona karena lautnya aman buat dilintasi oleh perenang.

Diungkapkan Rismy, ada juga pantai yang kondisi lautnya untuk berenang banyak endapan lumpur, ubur-ubur, bulu babi dan lainnya yang membahayakan keselamatan para atlet triathlon saat berenang sehingga jika di jadikan lokasi triathlon tidak cocok.

“Kami melihat Tanjung Pesona dengan sarana prasarananya masih lebih baiklah,” jawab Rismy. (chy)

 

[Heateor-SC]