Harga TBS di Kabupaten Bangka Merangkak Naik, 6 Pabrik Kelapa Sawit Beli Rp 3000 Per Kilogram

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Syarli Nopriansyah. (Laspela/Nurhayati)

SUNGAILIAT, LASPELA — Pada akhir April 2026 ini harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kabupaten Bangka mulai merangkak naik dari kisaran Rp2.800 menjadi Rp3.000 per kilogram.

Pemerintah Kabupaten Bangka berusaha mendorong harga TBS di atas Rp3.000 per kilogram.

Bahkan Bupati Bangka Fery Insani baru-baru ini mengundang para petani sawit, asosiasi petani sawit hingga pihak pemilik Pabrik Kelapa Sawit (PKS) guna mendorong kenaikan harga TBS.

Fery meminta agar PKS menaikan harga TBS karena selama ini harga TBS di Kabupaten Bangka jauh daripada di Kabupaten Belitung yang sudah mencapai di atas Rp 3.000 per kilogram.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispanpertan) Kabupaten Bangka Syarli Nopriansyah menyebutkan sejak Sabtu (25/4/2026) lalu dari 9 PKS sudah 6 PKS di Kabupaten Bangka yang membeli TBS sawit Rp3.000 per kilogram.

“Kalau untuk Kabupaten Bangka lumayan ada perubahan sejak pak bupati mengumpulkan seluruh pabrik,” jelas Syarli kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Dia menyebutkan, dari DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan para petani sawit dengan membentuk Tim Monitoring untuk menetapan harga TBS ini.

“Pada hari Kamis kemarin ada kegiatan lanjutan di DPRD provinsi dan dari arahan pimpinan DPRD provinsi ke depan segera akan dibentuk tim untuk monitoring bagaimana kegiatan penetapan harga yang ditetapkan provinsi per dua minggu itu bisa dihadiri banyak unsur,” ungkap Syarli.

Diakuinya, dalam waktu dekat ini diharapkan ada penyesuaian harga TBS karena penurunan harga TBS terus berulang setiap pasca Hari Raya Idul Fitri.

Untuk itu agar kejadian ini tidak terulang setiap tahunnya, bisa menjadi perhatian serius dari PKS agar tidak menurunkan harga TBS.

“Dari sejak pertama pertemuan dengan pak bupati dengan tim ada beberapa perusahaan yang menaikan harga TBS tapi terakhir per Sabtu terakhir itu di tanggal 25 April 2026 dari 9 pabrik kelapa sawit 6 pabrik sudah di angka Rp3.000 dari yang sebelumnya berkisar di angka Rp2.800- Rp2.900,” beber Syarli.

Untuk harga pupuk diakui Syarli mengalami kenaikan karena bahan baku yang naik akibat dampak konflik Israel-Iran.

“Memang bahan baku pupuk yang masuk ke Indonesia ini salah satunya dari daerah sana tetapi untuk sawit selama ini tidak ada pupuk subsidi lagi,” ujar Syarli.

Dikatakannya, dari laporan dari Menteri Pertanian untuk stok bahan baku pupuk subsidi aman selama satu tahun ke depan, tetapi untuk pupuk yang non subsidi mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

“Ini dikeluhkan pekebun karena harga TBS tidak disesuaikan sehingga untuk ongkos produksi petani cukup tinggi,” ungkap Syarli.

Ia berharap ke depan dengan harga CPO dunia yang terus naik maka harga TBS bisa naik.

Dia menyebutkan dari pihak Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Bangka menargetkan harga TBS sebesar Rp 3.300 per kilogram.

“Selama harga CPO ini masih diangka Rp15.000 lebih saya rasa bisa tercapai,” harap Syarli.

Dia mengatakan, Pemkab Bangka sudah berusaha maksimal agar harga TBS ini naik.

“Kita tunggu saja arahan dari provinsi di rapat penetapan harga di awal bulan Mei, ini banyak unsur yang hadir,” kata Syarli. (chy)

 

[Heateor-SC]