BPBD Bangka Inventarisir 27 Titik Kerusakan Akibat Cuaca Ekstrem, Lakukan Penanganan Awal dan Salurkan Bantuan

Avatar photo
Personel BPBD Kabupaten Bangka menyerah bantuan terpal kepada warga Dusun Mudel, Desa Airanyir yang rusak akibat dihantam hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu (25/4/2026) lalu. (Dok/BPBD Kabupaten Bangka)

SUNGAILIAT, LASPELA — Musibah angin kencang dan hujan deras terjadi pada Sabtu (25/2026) lalu di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dampak akibat cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga di Kabupaten Bangka mengalami kerusakan.

Terdata sebanyak 22 rumah mengalami kerusakan dengan rincian satu rumah rusak berat, tiga rumah rusak sedang, dan 18 unit lainnya mengalami rusak ringan.

Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka wilayah terdampak diantaranya di Kelurahan Kenangan, Kelurahan Sinar Jaya Jelutung, Desa Deniang, Dusun Mudel, Desa Baturusa, dan Desa Jada Bahrin, Desa Jurung, dan Desa Balunijuk.

Bahkan fasilitas umum seperti Stadion Bina Satria juga ikut rusak dilanda angin kencang disertai hujan.

Terkait dampak tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka telah melakukan inventarisir 27 titik kerusakan.

Dari 27 titik kerusakan, 25 titik diantaranya merusak bangunan rumah warga dan 1 fasilitas umum akibat hujan lebat disertai angin kencang, dengan kerusakan kategori ringan hingga berat.

Kepala Pelaksana BPBD Bangka Heryadi mengatakan pihaknya melakukan pendataan sekaligus penanganan awal di lokasi terdampak.

“Kami fokus memastikan keselamatan warga. Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak cepat untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat agar tidak menimbulkan korban jiwa,” jelas Terjadi kepada wartawan, Selasa(28/4/2026).

Pihaknya sudah menyalurkan bantuan terpal untuk rumah warga yang mengalami kerusakan sehingga bisa tempati untuk sementara waktu.

Selain juga bantuan dari dinas sosial, serta pihak desa kecamatan juga diharapkan dapat mengakomodir penanganan bantuan kepada warga terdampak.

Menurut Koordinator Data dan Informasi BMKG Pangkalpinang Slamet Supriyadi kondis saat ini dalam masa peralihan sehingga cuaca ekstrem rentan terjadi.

“Untuk sekarang ini masuk musim peralihan musim hujan ke kemarau,” kata Slamet.

Untuk itu pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil. (chy)

[Heateor-SC]