Pihak Ponpes Daarul Abror Mengaku Tidak Tahu Aksi Kejadian Kekerasan, Lakukan Langkah Internal dan Perketat Pengawasan

Korban pengeroyokan AH (16) yang dilakukan sekelompok santri di Pondok Pesantren Daarul Abror dirawat di RSU Mitra Medika Pangkalpinang, Senin (13/4/2026). (Nurhayati/LAPELA)

MENDOBARAT, LASPELA — Dugaan kekerasan  yang terjadi di Pondok Pesantren Daarul Abror yang menimpa salah satu santri ponpes tersebut menjadi sorotan publik.

Diperkirakan ada empat korban santri yang mengalami kekerasan di belakang asrama Pondok Pesantren Daarul Abror yang terjadi pada Sabtu (11/4/2026) malam.

Korban AH (16) mengaku dirinya dipukul dengan kayu sampai dilibas dengan rantai hingga pingsan dan muntah-muntah.

Korban mengalami luka memar dan bengkak di tangan, dada dan perut.

Hingga kini AH masih dirawat di RSU Mitra Medika Pangkalpinang.

Baca Juga  Kasus Dugaan Penganiayaan dan Pengeroyokan oleh Oknum Santri, Pihak Ponpes Daarul Abror Minta Maaf

Selain itu, teman akrab korban AH yang juga terluka parah, diantara luka mengangga di siku, memar di bokong, pinggang belakang, punggung, muka hingga dekat dagu.

Saat ini korban sedang menjalani visum hingga CT scan (Computerized Tomography Scan) di rumah sakit.

Sedangkan dua korban lainnya juga mengalami luka-luka akibat dikeroyok oleh pelaku yang diperkirakan sebanyak 10 orang.

Menanggapi kekerasan yang terjadi dilingkungan Pesantren tersebut Humas Ponpes Daarul Abror, Supriadi mengungkapnya saat kejadian tidak mengetahui kejadian kekerasan yang dilakukan para santri kelas II SMA tersebut kepada empat korban adik kelasnya.

Baca Juga  Dua Korban Kekerasan Oknum Santri di Ponpes Daarul Abror Dirawat Intensif di RS, LPAI Babel Minta Orang Tua Pelaku dan Ponpes Bertanggung Jawab

“Saat kejadian kami ada kegiatan jadi tidak mengetahui tindakan yang dilakukan para santri” kata Supri kepada wartawan, Senin(13/4/2026).

Untuk itu pihaknya telah melakukan langkah-langkah internal untuk menindaklanjuti aksi kekerasan tersebut.

Pihaknya akan memperketat pengawasan para santri agar kejadian itu tidak terulang kembali.

“Kami telah melakukan langkah internal di lingkungan pesantren dan akan memperketat pengawasan agar kejadian tidak terulang,” tegasnya. (Chy)

 

[Heateor-SC]