Kunjungi Korban, Kapolres Bangka Siap Back Up Kasus Dugaan Kekerasan di Ponpes Daarul Abror

Avatar photo
Kapolres Bangka AKPB Deddy Dwitiya Putra saat mengunjungi korban kasus dugaan kekerasan di Pondok Pesantren Daarul Abror, Senin (13/4/2026) di RSU Mitra Medika Pangkalpinang. (Laspela/Nurhayati)

PANGKALPINANG, LASPELA — Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra mengunjungi AH (16) korban dugaan kekerasan yang dilakukan sekelompok santri di Pondok Pesantren Daarul Abror pada Senin (13/4/2026) di Rumah Sakit Umum (RSU) Mitra Medika Pangkalpinang.

Pada kunjungan itu kapolres didampingi Kasi Humas Polres Bangka AKP Era Anggraini  ini dan Kasatreskrim Polres Bangka AKP Mauldi Waspadani, Kapolsek Mendo Barat Iptu Wendy Oktasa dan personel polres lainnya saat mengunjungi korban penganiayaan dan pengeroyokan.

Kapolres menyayangkan terjadinya aksi kekerasan di Ponpes Daarul Abror hingga mengakibatkan korban terluka parah.

Pihaknya siap memback up jika diperlukan diperlukan oleh pihak Polda Kepulauan Bangka Belitung

“Dari orang tua korban sudah melaporkan ke Polda. Kami dari polres siap memback-up kalau diperlukan,” kata Deddy kepada wartawan di RSU Mitra Medika Pangkalpinang, Senin (13/4/2026).

Baca Juga  Dua Korban Kekerasan Oknum Santri di Ponpes Daarul Abror Dirawat Intensif di RS, LPAI Babel Minta Orang Tua Pelaku dan Ponpes Bertanggung Jawab

Dia menginstruksikan agar kasatreskrim mengusut kasus dugaan kekerasan di Ponpes Daarul Abror termasuk para korban lainnya yang mengalami kekerasan.

Menurutnya, hal ini menjadi pelajaran berharga bagi bagi para pengurus pesantren agar tidak terjadi kekerasan di lingkungan ponpes.

“Jangan sampai kejadian seperti ini terjadi lagi. Kami minta pihak pesantren mengawasi santri-santri karena ini kejadian sudah beberapa kali kejadian,” tegas Deddy.

Diberitakan sebelumnya ada empat korban santri yang mengalami kekerasan di belakang asrama Ponpes Daarul Abror yang terjadi pada Sabtu (11/4/2026) malam.

Baca Juga  Dua Korban Kekerasan Oknum Santri di Ponpes Daarul Abror Dirawat Intensif di RS, LPAI Babel Minta Orang Tua Pelaku dan Ponpes Bertanggung Jawab

Korban AH (16) mengaku dirinya dipukul dengan kayu sampai dilibas dengan rantai hingga pingsan dan muntah-muntah.

Korban mengalami luka memar dan bengkak di tangan, dada dan perut.

Hingga kini AH masih dirawat di RSU Mitra Medika Pangkalpinang.

Selain itu, teman akrab korban AH juga mengalami luka parah, karena dianiya dan dikeroyok.

Ia mengalami luka mengangga di siku, memar di bokong, pinggang belakang, punggung, muka hingga dekat dagu.

Saat ini korban sedang menjalani visum hingga CT scan (Computerized Tomography Scan) di rumah sakit.

Sedangkan dua korban lainnya juga mengalami luka-luka akibat dikeroyok oleh pelaku yang diperkirakan sebanyak 10 orang. (chy)

[Heateor-SC]