Kasus Dugaan Penganiayaan dan Pengeroyokan oleh Oknum Santri, Pihak Ponpes Daarul Abror Minta Maaf

Pondok Pesantren Daarul Abror di Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka. (Dok/Ponpes Daarul Abror).

MENDO BARAT, LASPELA — Pihak Pondok Pesantren Daarul Abror meminta maaf atas kasus dugaan kekerasan yang dilakukan sekelompok oknum santri kelas II SMA di lingkungan pesantren tersebut.

Sekretaris Ponpes Daarul Abror, Riko Alamsyah mengakui adanya kelalaian dan kelengahan dari pihak ponpes sehingga insiden kekerasan tersebut terjadi.

“Kami mengucapkan permohonan maaf kami atas nama lembaga, atas nama pribadi terkait kasus yang terjadi,” kata Riko kepada wartawan pada Rabu (15/4/2026).

Dia tidak membantah terjadinya kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan ponpes oleh sekelompok oknum santri.

Di mana aksi penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan terhadap para korban kelas I SMA tersebut terjadi pada Sabtu (11/4/2026) malam, pukul 21.00 WIB setelah acara pelepasan keberangkatan kader pesantren oleh pengasuh ponpes.

“Benar adanya kasus yang terjadi di pesantren kami. Tentu ini ada yang namanya kelengahan kami, ada kelalaian kami, karena kejadiannya di malam hari pukul 21.00 WIB setelah pelepasan kader, karena besoknya kader kami akan berangkat dilepas oleh pak kiyai, malam hari itulah kejadiannya,” jelas Riko.

Terkait dampak aksi kekerasan terhadap para korban, dia menyebutkan saat ini pihaknya akan fokus pada penyembuhan para korban.

Sedangkan untuk proses belajar mengajar di Ponpes Daarul Abror pasca kasus ini tetap berjalan normal.

Namun untuk proses penanganan kasus dugaan kekerasan di lingkungan pesantren ini tetap berlangsung.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan kepolisian dan kementerian agama untuk menyelesaikan kasus dugaan kekerasan yang terjadi di lingkungan ponpes tersebut.

Riko menyebutkan ponpes akan memperkuat sistem pengawasan dan mendampingi setiap kegiatan santri agar aksi kekerasan tidak terulang lagi di lingkungan pesantren.

Sebelumnya pada Rabu (15/4/2026) kemarin Tim Inafis dari Polda Bangka Belitung telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Pesantren Daarul Abror terkait kejadian kekerasan di lingkungan pesantren tersebut.

Diketahui sudah ada tiga santri yang menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan bersama orang tua mereka didampingi Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaporkan kasus dugaan kekerasan oleh sekelompok oknum santri Ponpes Daarul Abror ke Polda Kepulauan Bangka Belitung. (chy)

 

[Heateor-SC]