Tim Gabungan Buru Enam Tahanan yang Kabur dari Rutan Polres Bangka, Ini Cara Para Tahanan Kabur

Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra saat melakukan konferensi pers terkait kaburnya 8 tahanan dari sel Rutan Polres Bangka, Rabu (8/2/2026). (ist)

SUNGAILIAT, LASPELA — Tujuh tahanan kabur dari Ruang Tahanan (Rutan) Polres Bangka saat ini masih diburu tim gabungan Polres Bangka bersama Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Ke tujuh tahanan yang buron tersebut empat tahanan terlibat kasus narkoba, dua tahanan kasus PPA dan satu tahanan kasus pencurian.

Tujuh tahanan yang kabur yakni Rosi Aprianto, Andi Darmawan, Supriyadi, dan Yogi Triliando yang merupakan tahanan kasus narkoba.

Sedangkan Anugrah, dan Hari Darma merupakan tahanan kasus PPA dan Weli merupakan tahanan kasus pencurian.

Terkait tahanan yang kabur tersebut Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra membenarkan adanya tahanan di Polres Bangka yang melarikan diri.

“Memang kami membenarkan ada beberapa tahanan yang melarikan diri dari dalam sel Polres Bangka. Jumlah yang kita monitor sebanyak 8 orang, satu orang menyerahkan diri dan satu orang tertangkap di Mentok,” ungkap Deddy saat konfrensi pers, Rabu (8/4/2026).

Satu tahanan yang kabur ke Mentok sempat hendak menyebrang ke Sumatera Selatan melalui Pelabuhan Tanjung Kalian.

Berkat koordinasi pihak Polres Bangka bersama Polda Kepulauan Bangka Belitung dengan pihak Polres Bangka Barat tahanan bernama Hari Darma berhasil diringkus.

“Untuk yang melarikan diri ke Mentok terindikasi ingin menyeberang tetapi alhamdulillah kami dari teman-teman jajaran khususnya Polres Bangka, Polda dan teman-teman di lapangan bisa mengamankan yang bersangkutan,” kata Deddy.

Diakui Deddy saat modus yang digunakan para tahanan tersebut untuk kabur dengan mengergaji jeruji besi sel tahanan.

“Waktu kita cek TKP ada satu batang teralis yang digergaji oleh terduga para narapidana yang kabur tersebut,” beber Deddy.

Saat ini pihaknya masih mendalami kelalaian dari para anggota khususnya penjaga piket pada hari tersebut yang masih diperiksa oleh propam dari Polres Bangka maupun Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Diungkapnya para tahanan tersebut mendapatkan gergaji diduga dari para penjenguk tahanan.

“Untuk gergaji kemungkinan dari para penjenguk khususnya terkait dengan tahanan yang kabur,” kata Deddy.

Dia mengungkapkan untuk para penjenguk tahanan pasti diperiksa oleh petugas piket yang jaga.

“Mungkin ini juga ada kelalaian dari petugas piket khususnya pada saat jam besuk, sehingga ada beberapa alat yang tidak sengaja masuk ke dalam sel tahanan,” ungkap Deddy.

Disinggung adanya beberapa lapis pintu sel tetapi para tahanan berhasil lolos, dia mengatakan, hal ini masih dilakukan pendalaman.

“Personel gabungan sudah bergerak mencari di seluruh area khususnya di wilayah Pulau Bangka dan sekitarnya,” sebut Deddy.

Kemungkinan adanya keterlibatan anggota Polres Bangka untuk memuluskan pelarian 8 tahanan ini diakui Deddy masih didalami oleh Propam Polres Bangka.

“Memang ada informasi seperti itu ini masih kita didalami apakah ada keterkaitan salah satu anggota khususnya anggota yang memegang kunci, ini masih kita dalami dan masih kita lakukan pemeriksaan secara intensif,” ungkap Deddy.

Terkait identitas para tahanan dia menyebutkan telah disebarkan ke seluruh jajaran kepolisian.

Pihaknya juga meminta bantuan masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui keberadaan para tahanan tersebut.

“Kami minta bantuan masyarakat, termasuk keluarga para tahanan, agar memberikan informasi jika mengetahui keberadaan mereka,” imbau Deddy

Pasca kaburnya delapan tahanan tersebut pihak Polres Bangka juga melakukan evaluasi sistem pengamanan sel tahanan, termasuk memperkuat teralis dan menambah jumlah personel jaga guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Konferensi pers itu turut dihadiri Wakapolres Bangka Kompol Yosua Atmaja, Kabag Ops AKP Astrian Tomi, Kasi Humas AKP Era Anggraini, serta Kasi Propam Iptu Teguh bersama sejumlah pejabat utama lainnya. (chy)

[Heateor-SC]