KOBA, LASPELA – Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman memberikan tanggapannya terkait harga TBS kelapa sawit di Negeri Selawang Segantang.
Ia mengatakan, Pemkab Bateng mengacu pada apa yang sudah ditetapkan oleh Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani melalui pemerintah provinsi.
“Harga itu memang dikeluarkan oleh Provinsi Bangka Belitung. DPRD Provinsi juga sudah memutuskan harga dalam rapat bersama, kami mengacu ke sana,” katanya, Rabu (29/4/2026).
Algafry Rahman mengungkapkan, harga TBS sawit di Bangka Tengah memang bervariasi. Sebab, antara petani dan pengepul yang menyesuaikan dengan kondisi.
“Apakah TBS sawit diantar atau dijemput itu mempengaruhi harga. Maka batas yang terendah sudah diputuskan dan range dak boleh berbeda jauh,” katanya.
Ia berharap, petani di Bangka Tengah mendapatkan harga jual TBS sawit yang stabil menyesuaikan dengan kondisi harga pasaran dunia.
“Acuan harga itu perlu. Supaya sama-sama bisa dinikmati bersama. Beda tipis itu wajar yah antar satu wilayah, tapi kalau terlalu jauh itu tanda tanya,” tukasnya.
Diketahui berdasarkan data yang diterima dari DPKP Bangka Tengah tahun 2025 bahwa luasan kebun rakyat sebesar 13.883 hektar dan milik perusahaan 14.763 hektar. (pri)








