Sambut Rute Belitung-Singapura, BI Babel Sosialisasikan QRIS Cross Border kepada Pelaku Pariwisata

Sosialisasi QRIS Cross Border kepada pelaku pariwisata di Kabupaten Belitung yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Babel di Gedung Serbaguna H. Ishak Zainudin, Tanjungpandan, beberapa waktu lalu. (Foto: ist)

BELITUNG, LASPELA – Menjelang pembukaan penerbangan langsung Belitung-Singapura dengan maskapai Scoot pada 3 Mei mendatang, Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar sosialisasi QRIS Cross Border kepada pelaku pariwisata di Kabupaten Belitung,  di Gedung Serbaguna H. Ishak Zainudin, Tanjungpandan, belum lama ini.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pemerintah Daerah, Perbankan, Perhotelan, dan Pelaku Pariwisata antara lain Tour and Travel, Tour Guide, hingga UMKM.

Pada kesempatan ini, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, Farid Tamsil menyampaikan Bank Indonesia terus mendorong transformasi digital di sistem pembayaran, salah satunya melalui pengembangan QRIS Cross Border yang memungkinkan masyarakat Indonesia dan wisatawan mancanegara, termasuk dari Singapura, untuk melakukan transaksi pembayaran menggunakan aplikasi pembayaran masing-masing negara.

“Saat ini QRIS Cross Border telah dapat digunakan di Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang dan yang terbaru di Korea Selatan,” ujarnya di Pangkalpinang belum lama ini.

Baca Juga  Polres Babar Turun Tangan, Program GEBER Siap Bentuk Pelajar Lebih Disiplin

Dia menyebutkan, dengan QRIS Cross Border, wisatawan tidak perlu lagi menukarkan uang secara fisik, sehingga transaksi menjadi lebih praktis dan efisien.

“Di sisi lain, pelaku usaha di Belitung dapat menjangkau pasar global dengan lebih mudah, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada wisatawan,” katanya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Bank Indonesia ingin memastikan bahwa seluruh pelaku usaha, khususnya UMKM dan sektor pariwisata, siap mengadopsi dan memanfaatkan QRIS, termasuk untuk transaksi lintas negara.

“Karenanya, kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan industri dalam menjaga kemudahan konsumsi masyarakat khususnya melalui perluasan akseptasi dan sistem pembayaran digital (QRIS),” ungkapnya.

Selain itu, peningkatan literasi dan edukasi kepada masyarakat juga sangat penting, serta menjaga keamanan dan keandalan sistem pembayaran.

Baca Juga  Pemkab Bateng dan BPOM Pangkalpinang Advokasi Progam Keamanan Pangan

“Kami meyakini bahwa digitalisasi transaksi tidak hanya meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam bertansaksi, tetapi juga mendorong transparansi, efisiensi, dan pada akhirnya pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Belitung yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Paryanta, menyampaikan apresiasi atas dukungan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui berbagai program salah satunya Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang berkontribusi dalam perluasan digitalisasi transaksi pemerintah daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menurutnya, penerapan kanal pembayaran non-tunai ini sangat krusial dalam upaya meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan wisatawa.

“Langkah ini merupakan bentuk percepatan digitalisasi di area publik, khususnya Bandara H. AS Hanandjoeddin Belitung untuk mendukung ekosistem pembayaran modern,” tutupnya. (chu)

 

[Heateor-SC]