OJK Babel Soroti Potensi Ekonomi Daerah, Dorong Penguatan Sektor Unggulan dan Akses Pembiayaan

Kepala OJK Provinsi Kepulauan Babel, Eko Wijaya. (Laspela/ Nurul)

PANGKALPINANG, LASPELA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memaparkan potensi ekonomi daerah yang terus berkembang, dengan sejumlah sektor unggulan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi.

Kepala OJK Provinsi Kepulauan Babel, Eko Wijaya mengatakan pertumbuhan PDRB di Babel masih di bawah rata-rata nasional, di angka 4,09 persen. Babel berada di urutan ke-3 dari 38 provinsi di Indonesia.

Ia menyampaikan bahwa struktur ekonomi Babel hingga Triwulan IV 2025 masih didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar 21,14 persen. Disusul sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 20,60 persen, serta perdagangan besar dan eceran sebesar 15,65 persen.

“Komposisi ini menunjukkan bahwa ekonomi Babel memiliki fondasi kuat pada sektor riil, terutama industri pengolahan dan pertanian yang saling menopang,” ujar Eko dalam bincang santai dengan awak media, Rabu (9/4/2026).

Selain itu, sektor konstruksi menyumbang 8,36 persen, sementara pertambangan dan penggalian turut memberikan kontribusi signifikan dalam struktur PDRB daerah.

Baca Juga  Polres Babar Turun Tangan, Program GEBER Siap Bentuk Pelajar Lebih Disiplin

Dalam paparan tersebut, OJK juga menyoroti komoditas unggulan Babel berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2022–2024, di antaranya kelapa sawit, lada, karet, dan komoditas pertanian lainnya. Kelapa sawit menjadi komoditas dominan dengan volume produksi tertinggi, seiring luasnya area perkebunan yang mencapai lebih dari 355 ribu hektare.

Di sektor hilir, industri pengolahan sawit juga menunjukkan perkembangan, dengan tercatat 20 pabrik pengolahan dan 57 perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah Babel.

Ia mendorong hilirisasi dari berbagai sektor unggulan di Babel agar pertumbuhan ekonomi dapat lebih ditingkatkan, baik pad askeptr pengolahan penggalian maupun perkebunan dan pengolahan sawit

“Ketergantungan timah dan kelapa sawit, masih menjadi penopang perekonomian. Bagaimana kedepan komoditas ini menciptakan produk akhir yang lebih bermanfaat dan bernilai, jadi bukan hasil mentah, ini ekonomi akan lebih baik jika produk turunannya juga lebih dikembangkan,” jelasnya.

Selain itu, sektor lain yang kalah penting adalah pariwisata, sektor ini sudah dikembangkan oleh pemerintah daerah baik di kabupaten/kota maupun provinsi. Eko berharap, sektor pariwisata dapat dikembangkan dengan lebih serius dan matang sehingga menjadi penopang ekonomi masyarakat.

Baca Juga  FLS3N Diikuti 183 Pelajar, Wabup: Bentuk Generasi yang Inovatif dan Berdaya Saing 

Eko menegaskan, potensi besar ini harus diiringi dengan penguatan akses pembiayaan dan stabilitas sektor jasa keuangan.

“Peran OJK adalah memastikan sektor jasa keuangan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara optimal, termasuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya di sektor unggulan seperti pertanian dan industri pengolahan,” jelasnya.

OJK, tambah Eko terus mendorong inklusi keuangan agar masyarakat dan pelaku UMKM dapat memanfaatkan layanan keuangan secara lebih luas dan aman.
“Dengan penguatan literasi dan inklusi keuangan, diharapkan potensi ekonomi daerah tidak hanya besar di atas kertas, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Eko.

Ia menambahkan, OJK berkomitmen menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Bangka Belitung. (rul)

 

[Heateor-SC]