SUNGAILIAT, LASPELA — Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang melambung tinggi membuat Bupati Bangka Fery Insani berhemat.
Tingginya harga BBM non subsidi, membuat Fery memutuskan untuk tidak mengendarai mobil dinas Bupati Bangka, Mitsubishi Pajero Sport berwarna hitam dengan pelat merah BN 1 B.
Bahkan dia meminjam mobil Toyota Kijang Innova Zenix warna hitam dengan plat merah BN 1268 QZ untuk kegiatan bupati sehingga bisa mengisi pertalite yang tidak mengalami kenaikan harga.
“Semenjak naik (BBM non subsidi) saya tidak pakai lagi Pajero karena mungkin agak mahal, kecuali penting, tapi sudah tiga hari ini saya ngak pakai,” kata Fery saat disinggung naiknya harga BBM non subsidi, Kamis (23/4/2026) di Masjid Agung Sungailiat.
Sedangkan untuk jarak dekat dia hanya menggunakan motor buat beraktivitas.
“Kalau dekat-dekat saya pakai motor,” ungkap Fery.
Apa yang dilakukannya menurut mantan Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini bukan pencitraan tetapi untuk menghematan di tengah mahalnya harga BBM non subsidi.
“Bukan pencitraan lah kan lumayan bisa menghemat, saya pakai mobil bensin lah,” ucap Fery.
Langkah penghematan ini juga dilakukan Wakil Bupati Bangka Syahbudin.
Fery menyebut, wabup menggunakan mobil Mitsubishi Xpander untuk beraktivitas.
“Saya lebih salut pakai Xpander. Bayangkan seorang wakil bupati pakai Xpander mobil lama itu,” sebut Fery.
Terkait imbauan untuk para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Bangja agar berhemat dengan naiknya BBM non subsidi, Fery mengatakan selama ini mereka sudah berhemat.
“Kalau dibilang berhemat mereka sudah cukup berhematlah. Mobilnya sudah tua-tua, apalagi mobil Pak Romlan mogok terus di jalan. Mereka juga kadang kala kantornya bocor,” ungkap Fery.
Dia mengungkap, untuk menghemat kadang satu kendaraan dinas ditumpangi empat orang.
Mengenai dana pembelian BBM bagi kendaraan dinas, Fery mengatakan tidak ada penambahan anggaran.
Fery menyebutkan anggaran tidak berubah hanya saja BBM yang diperoleh semakin sedikit dengan kenaikan harga BBM non subsidi.
“Anggarannya tidak berubah cuma BBM nya semakin sedikit,” kata Fery. (chy)








