PANGKALPINANG, LASPELA – Pengalaman tak terlupakan dirasakan Debi, seorang ibu dengan tiga anak, saat suaminya harus menjalani perawatan akibat penyakit tipes.
Berawal dari gejala demam yang sempat dianggap sepele, kondisi tersebut berkembang hingga memerlukan penanganan intensif di Unit Gawat Darurat (UGD).
Debi menuturkan, situasi itu sempat membuat keluarga khawatir. Namun, berkat kepesertaan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), proses penanganan medis dapat dilakukan dengan cepat tanpa kendala biaya.
“Awalnya hanya demam biasa, tapi ternyata harus dirawat di UGD. Untungnya semua ditangani dengan cepat dan ditanggung BPJS,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program JKN-KIS, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera.
Menurutnya, pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan juga dirasakan setara tanpa adanya perbedaan perlakuan.
“Tidak dipungkiri menjadi peserta JKN-KIS sangat memudahkan masyarakat. Saya pribadi merasakan manfaatnya, tanpa diskriminasi dari petugas kesehatan,” tambahnya.
Bagi Debi, kepesertaan JKN-KIS bukan hanya sekadar jaminan bagi individu, tetapi menjadi perlindungan menyeluruh bagi seluruh anggota keluarga.
Hal ini memberikan rasa aman di tengah risiko kesehatan yang bisa datang kapan saja.
Ia pun mengajak masyarakat untuk menjaga keaktifan kepesertaan JKN-KIS agar tetap bisa memperoleh manfaat saat dibutuhkan.
“Penyakit bisa menimpa siapa saja, kapan saja. Penting bagi kita punya jaminan kesehatan seperti BPJS yang melindungi satu keluarga sekaligus,” tutupnya.
Pengalaman ini menjadi gambaran nyata bagaimana JKN-KIS hadir sebagai solusi dalam memberikan akses layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan terjangkau bagi masyarakat. (dnd)








