PANGKALPINANG, LASPELA — Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya menyoroti rendahnya stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram di wilayah Bangka Belitung yang masuk dalam wilayah operasional MOR (Marketing Operation Region) II.
Ia mendesak PT Pertamina (Persero) segera melakukan peningkatan kapasitas dan penguatan pasokan.
Menurut Bambang, persoalan kelangkaan BBM dan LPG di Bangka Belitung akan terus berulang jika tidak ada pembenahan serius dari sisi manajemen dan infrastruktur.
“BBM dan LPG 3 kilogram di Bangka Belitung ini akan selalu jadi masalah kalau situasinya seperti ini,” katanya, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan, stok solar di Bangka dan Belitung saat ini hanya mampu bertahan sekitar tiga hingga empat hari. Artinya, pasokan harus masuk setiap dua hari sekali agar tidak terjadi kekosongan.
“Masalahnya tongkang terbatas, antreannya juga terbatas, belum lagi kapasitas tangki penyimpanan di sini juga terbatas,” jelasnya.
Berdasarkan data yang dibuka pihaknya, dari delapan Marketing Operation Region (MOR) Pertamina di seluruh Indonesia, MOR II tercatat memiliki stok terendah. MOR II sendiri meliputi sejumlah provinsi di wilayah Sumbagsel yaitu Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung.
“Dari Sabang sampai Merauke ada delapan MOR. Ternyata MOR 2 yang terdiri dari lima provinsi itu stoknya paling rendah se-Indonesia,” tegasnya.
Sebagai perbandingan, ia menyebut wilayah MOR 1 yang meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau memiliki kondisi stok yang relatif lebih baik.
BPJ menilai persoalan utama terletak pada keterbatasan kapasitas penyimpanan dan kurangnya upaya peningkatan dari pihak manajemen.
“Kami sampaikan ke Pertamina, GM-nya ganti saja karena tidak ada upaya untuk melakukan peningkatan. Kalau tidak salah sudah dicopot GM-nya,” katanya.
Ia menilai dalam kurun waktu Desember, Januari dan Februari mobilitas masyarakat sangat tinggi dimulai pada momen Natal dan Tahun Baru, Imlek, Ramadan, hingga sebelum dan setelah Idul Fitri nanti.
“Kita sangat khawatir ketika suplai BBM di wilayah Babel ini tidak diperhatikan, akan menjadi masalah nanti,” tukasnya. (mah)








