MUSORKABLUB Koni Kabupaten Bangka, sudah usai dan Syamsul Maulana terpilih jabat ketua Koni Bangka, dengan mengantongi 19 suara. Sedang lawannya Andi Hudirman meraih 13 suara. Semua keribetan, saling tegang, saling curiga, saling tuding berakhir sudah dan tinggal menunggu kiprah ketua terpilih, bergerak memajukan perkembangan olah raga daerah ini dari tahun 2026 sampai tahun 2030.
Tentunya tidak ada lagi permusuhan dari kubu sebelah kiri, maupun kubu sebelah kanan. Semua seyogyanya bersatu bergandengan tangan menyatukan visi misi demi majunya atlet Kabupaten Bangka. Yang kalah legowo tidak perlu ada riak-riak protes maupun kurang puas diri. Kecewa? Itu wajar namanya juga berjuang, namun apa daya harapan tidak terpenuhi. Sebaliknya yang menang harus tetap santun, tidak jumawa, bertepuk dada, atas kemenangan yang dicapai.
Jangan kemenangan dijadikan dasar, seenaknya menempatkan jajaran kepengurusan. Asal bapak senang, dengan membawa beban bahwa yang tidak terpilih jadi pengurus, karena tidak mendukungnya waktu berebut kursi utama Koni Bangka pada musorkablub beberapa hari lalu. Waduh! Memang begitu ya? Tidak juga? Namun bisa iya dan juga bisa tidak? Nah, Mas Bro ini tidak konsisten kalau menilai? Yang tegas dong! Wah..kok jadi penulis yang dibilang tidak konsisten? Tanyakan saja pada ketua terpilih? Atau mungkin ketua terpilih akan mengikuti jejak bupati? Apa itu? Bawa sapu bersih bersih kantor Koni Bangka? Kalau cuma bersih – bersih kantor tidak apa-apa. Jadi kantornya rapi indah dan tertata.
Celakanya juga bersih-bersih kepengurusan lama, itu yang dikhawatirkan. Ah.. ketua terpilih tidak sejauh itu pemikirannya. Tapi lebih mementingkan kemajuan olahraga Bangka. Sebentar Mas Bro! Kita harus bercermin pada kepengurusan Koni yang dulu? Cermin yang mana pula ini? Semua cermin bagus, kinclong mengkilat dan berhasil membawa Koni maju kedepan dengan sempurna. Saking bersihnya cermin itu, membuat silau, sehingga menempatkan kepengurusan waktu itu jadi kabur? Nah, itu yang dimaksud? Jangan sampai kepemimpinan yang baru ini, juga mengaburkan potensi orang-orang yang mampu mengurus olahraga di Bangka.
Iya kita kembalikan kepada ketua terpilih, dan penempatan kepengurusan itu hak prerogatif ketua terpilih. Tidak boleh diganggu, tidak boleh digugat? Salah Mas Bro! Yang benar, boleh diganggu tidak boleh digugat? Itu salah juga? Lah…yang mana benernya? Ora ngerti sakarepmu omong opo?
Loh..sesuai pernyataan ketua terpilih usai pemilihan dong! Memangnya bicara apa ketua terpilih? Dengar baik-baik jangan gagal paham? Nanti panjang urusannya Mas Bro, kalau tidak ngeh. Ketua terpilih akan mengakomodir semua teman-teman yang memang mau berjibaku membantu memajukan olahraga. Tanpa melihat itu lawan ketika Musorkablub kemaren. Semua akan digandeng bersatu untuk memberi yang terbaik pada perkembangan olahraga daerah ini.
Pada dasarnya, bagian terpenting membuat program pembinaan atlet, dengan melakukan inventaris atlet dan pelatih. Kemudian sesegera mungkin memetakan program pembinaan serta pelatihan yang terencana dan terstruktur, guna persiapan Porprov Babel pada bulan nopember 2026.
Luar biasa pernyataan ketua terpilih? Bukan luar biasa? Tapi sudah biasa? Ini menarik persiapan pekan olahraga Provinsi Bangka Belitung. Apa menariknya? Tentu berharap kontingen Kabupaten Bangka dapat memberi yang terbaik, minimal masuk dua besar? Tanggung Mas Bro! Juara umum dong! Wait! Boleh juga, namun juga harus membaca kondisi situasi? Keuangan, persiapan atlet dan semangat kepengurusan baru. Poin pertama itu sangat penting, yaitu anggaran? Prestasi itu mahal Mas Bro? Tanpa cuan prestasi tidak akan jalan? Lalu dengan persiapan 9 bulan, mampu tidak atlet-atlet kita mengumpulkan sebanyak mungkin medali, pada ajang olahraga akbar se Provinsi Bangka Belitung tahun 2026.
Berat Mas Bro? Mengingat prestasi kontingen Bangka, naik turun. Catatan Porprov Babel di Bangka Tengah tahun 2018, kita juara umum. Kemudian Porprov Babel di Bangka Barat tahun 2023, kita urutan ke 3. Apakah Porprov Babel tahun 2026, bisa juara umum lagi? Namanya juga berharap, kalau tidak terpenuhi itu bukan persoalan. Yang penting tetap semangat, terus berjuang tanpa meribetkan langkah-langkah perjuangan.
Nah, ini tantangan bagi ketua terpilih untuk menjadikan harapan jadi kenyataan. Seharusnya bisa, karena ketua terpilih, dulu menjadi bagian terpenting dari strategi kontingen Bangka meraih gelar juara umum. Ayo Bang Syamsul Maulana buktikan dengan kekuatannya. Koni Bangka harus pacak meraih gelar juara umum kembali? Penulis optimis jika semua kompak, tidak menutup kemungkinan, atlet-atlet Bangka berjaya pada ajang Porprov Bangka Belitung di Pangkalpinang, nanti.
Maju tak gentar, berjuang tanpa bayaran? Salah Mas Bro!.Kan ada anggaran dari pemkab Bangka untuk berjuang? Iya..ya! Semoga kepengurusan Koni yang baru, meniupkan angin segar dalam perkembangan olahraga Kabupaten Bangka? Semoga. (*)




