PANGKALPINANG, LASPELA — Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar acara ramah tamah bersama Kepala Kejaksaan Negeri Pangkalpinang yang baru, Rindang Onasis.
Kegiatan ini menjadi ajang awal koordinasi sekaligus penguatan peran pengawasan dan penegakan hukum di daerah.
Dalam sambutannya, Rindang Onasis menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas secara profesional serta membuka ruang koordinasi dengan seluruh unsur pimpinan daerah.
“Kami mohon kerja sama dan bimbingan dari Forkopimda serta jajaran pemerintah daerah. Kiranya kami juga dapat diingatkan apabila dalam pelaksanaan tugas terdapat kekeliruan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari seluruh pihak sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas di wilayah yang baru.
“Setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan masing-masing. Karena itu, kami berharap sinergi yang baik dapat terus terjalin agar pelaksanaan tugas kejaksaan berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Rindang menyampaikan bahwa pengalaman bertugas di berbagai daerah menjadi bekal dalam menjalankan tugas di Pangkalpinang.
Ia pernah bertugas di Bengkulu selama kurang lebih 12 tahun, kemudian di Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung selama lima tahun.
Selanjutnya, ia pernah menjabat di Kejaksaan Negeri Nias dan Kejaksaan Negeri Ponorogo masing-masing selama tiga tahun, serta menjalankan tugas pengawasan di Manado selama sekitar satu tahun.
Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinan Prof Saparudin menyampaikan bahwa kehadiran Kejari yang baru diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, khususnya dalam menjaga stabilitas daerah dan mendukung pembangunan.
Ia menjelaskan, kondisi Kota Pangkalpinang saat ini relatif kondusif dengan jumlah penduduk sekitar 224 ribu jiwa yang tersebar di tujuh kecamatan.
Stabilitas tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI.
“Keamanan di Pangkalpinang cukup terjaga berkat sinergi yang baik. Ini penting sebagai dasar dalam menjalankan program pembangunan,” ujarnya.
Wali Kota juga memaparkan sejumlah capaian pemerintah daerah, di antaranya upaya penurunan angka pengangguran dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia.
Selain itu, Pangkalpinang disebut berada pada peringkat ke-30 secara nasional dalam capaian kinerja daerah.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan yang dihadapi, terutama terkait inflasi bahan pokok akibat ketergantungan pasokan dari luar daerah serta kendala distribusi.
“Kendala distribusi, khususnya di Pelabuhan Pangkalbalam, masih menjadi perhatian karena proses bongkar muat bisa memakan waktu lebih dari delapan jam,” katanya.
Acara ramah tamah tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, serta jajaran Kejaksaan Negeri Pangkalpinang. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergitas, koordinasi dan pengawasan demi mendukung pembangunan di Kota Pangkalpinang. (dnd)








