Menerangi Serumpun Sebalai
Puisi  

Puisi Puisi Siswa SMK Tunas Karya Pangkalpinang

Avatar photo
Ibu
Karya: Fika Febriani
Titik-titik rintangan hingga akhir
Engkau menahan pilu dan tangisan
Hingga malam sampai esok petang
Sosok tegar dan belai seperti daun
Hamparan debu engkau usap
Menjadi sosok pahlawan sejati
Memberikan kata-kata setiap sela
Untuk membesarkan sang buah hati
Sosok yang rela menahan bisikan orang
Waktu tiap waktu engkau buang
Untuk menjadi sosok tegar
Wahai ibu, terima kasih sudah bertahan (*)
Pena Perempuan di Ujung April
Karya: Lauren Angellica
Di beranda Jepara yang sunyi
Engkau menuangkan mimpi-mimpi
Dengan pikiran dan imajinasi
Pokok-pokok pikiran dituangkan dalam imajinasi
Tinta-tinta yang engkau tuang
Menjadi saksi nyata perjuangan
Mimpi yang telah lama hilang
Muncul dengan keberanian
Engkau, perempuan yang memperjuangkan
Api membara, semangat juang yang tak pernah roboh
Semua hal yang engkau perjuangkan
Adalah mimpi yang engkau bangun dengan kokoh (*)
Seporsi Kekalahan
Karya: Maria
Diriku di telan amarah,
dengan hati yang melemah.
Mendekap penuh lara,
hidupku yang penuh luka.
Seringku terdiam di tengan riuh,
melihat yang lain selalu utuh.
Inginku menggebu, menginginkan,
merasakan suatu kemenangan
Namun, yang kuterima hanyalah,
sebuah hikmah!
Dan, ketika ku lihat yang lain terus berangan,
Aku sadar, bahwa telah ku telan seporsi kekalahan.
Ayahku, Kau Pahlawanku
Karya: Yulia
Ayah, engkaulah pahlawan dalam senyap
Beribu kata telah kau ucapkan
Beribu cinta telah kau berikan
Hanya untuk anakmu ini
Engkau adalah pahlawan dalam hidupku
Yang membimbingku dalam setiap waktu
Kau jelaskan tentang kerasnya kehidupan
Agar aku menjadi orang yang kau inginkan
Maaf jika aku tak sempat membahagiakanmu
Jika ucapanku pernah menyakitimu
Maaf jika aku telat menyampaikan perasaanku
Bahwa aku sangat sayang kepadamu (*)