Menerangi Serumpun Sebalai
Puisi  

Puisi Puisi Siswa SMK Tunas Karya Pangkalpinang

Avatar photo
Rasa
Karya: Agnes Endlees Suwandi
Pena menari di atas kertas
Mengukir kata-kata indah
Tak lagi perlu daku ‘tuk menangis
Meyampaikan perasaan dengan arah
Perasaan yang mengganggu
Tak lagi menjadi batas
Langkah demi langkah terus maju
MEmbawa harapan yang tak pupus
Hati menjadi lega
Menggapai mimpi dengan bebas
Hari-hari terlepas dari lara
Tanpa harus menarik napas (*)
Semesta Raya
Karya: Ana L.
Aku merenung
Mengejar-ngejar sesuatu tanpa tahu akhirnya
Kadang aku berlari!
Mencari tahu jawaban maknanya
Aku bertanya …
Di mana aku bisa menemukan jawaban
Mungkin jawabannya adalah hidupku sendiri
Hati yang murni dan terdalam
Sekolahmu tak berpagar apalagi berdinding
Siapa saja bisa jadi gurunya, hanya soal waktu!
Kamu boleh duduk diam ataupun berdiri
Karena luasnya semesta raya (*)
Betapa Senangnya Diriku
Karya: Chiesa
Di kala pekan yang berbisik
Air hujan menyapa kami
Di selokan aku membayangkan
Bahwa yang mengalir ialah sungai
Daun yang berguguran
Bagaikan emas dari langkit
Tanganku menangkapnya yang berterbangan
Lalu meletakkan di atas air seperti perahu yang berlayar
Betapa senangnya diriku
Bersama engkau yang mencintaiku apa adanya
Betapa dekatnya kita di kota itu
Seperti dua burung yang berdansa di angkasa (*)
Lenyap Terkubur Waktu
Karya: Felya Verlyana
Langit tak pernah riuh
Ia terdekap tak bersuara
Wajahnya sama tanpa iba
Terus berdiri walau lara
Kagum yang tak pernah tergores
Bersemayam dalam sandiwara
Ingin hati menggores
Namun apalah daya tak bersuara
Jika hanya luka itu
Tiada tetes hujan berderai
Maka bumi akan berseru
Menunggu jawaban yang tak pernah sampai (*)