Menerangi Serumpun Sebalai

Baru Masuk dari Luar Daerah, Dinpanpertan Bangka Belum Bisa Pastikan Stok Hewan Kurban Tahun Ini

Petugas Dinpanpertan Bangka saat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. (Dok/Dinpanpertan Bangka)

SUNGAILIAT, LASPELA — Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan) Kabupaten Bangka saat ini belum mendata stok hewan kurban sapi maupun kambing untuk Hari Raya Idul Adha tahun 2026 ini.

Di mana hewan kurban banyak yang baru masuk dari luar daerah ke Kabupaten Bangka.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan) Kabupaten Bangka Krisnaningsih, menyebutkan pihaknya baru akan mendata stok hewan kurban di peternakan pada Senin (11/5/2026).

“Untuk stok (hewan kurban pada tahun 2026-red) kami belum ada, insya Allah Senin (11/5/2026) turun untuk pendataan karena masih banyak sapi dan kambing yang masih datang atau masuk,” kata Krisnaningsih saat dikonfirmasi Laspela, Kamis (7/5/2026).

Sedangkan stok hewan kurban pada tahun 2025 di Kabupaten Bangka sebanyak 1.191 sapi dan 1.458 kambing.

Baca Juga  Kabupaten Bangka Tengah Bakal Dapat Sapi Kurban dari Prabowo Seberat 838 Kilogram

Krisnaningsih mengatakan, untuk asal hewan kurban sapi kebanyakan masuk dari Lampung dan Madura.

Sementara kambing biasanya masuk dari Palembang dan Lampung.

Dia mengungkapkan, permintaan hewan kurban pada momen Idul Adha biasanya kebanyakan dari pengurus masjid-masjid yang mengadakan arisan maupun pribadi.

Terkait pemeriksaan kesehatan hewan kurban pihaknya akan turun pada pekan depan ke peternak-peternak.

“Perkiraan akan dilakukan pemeriksa seminggu atau 2 minggu sebelum lebaran,” kata Krisnaningsih.

Pihak belum mengetahui penyakit yang diderita hewan kurban di peternak-peternak karena belum melakukan pemeriksaan.

“Sementara belum ada data karena kami belum turun untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Krisnaningsih.

Baca Juga  Kabupaten Bangka Tengah Bakal Dapat Sapi Kurban dari Prabowo Seberat 838 Kilogram

Abas, peternak sapi dan kambing di Sungailiat mengatakan, jumlah pembeli atau pesanan hewan kurban pada tahun ini menurun dibanding tahun 2025 lalu.

Kondisi ini terjadi karena menurunnya perekonomian masyarakat saat ini sehingga permintaan hewan kurban ikut menurun.

“Kalau tahun ini permintaan hewan kurban kayaknya menurun dibanding tahun lalu karena perekonomian saat ini menurun,” ungkap Abas.

Untuk kesehatan hewan kurban, dia mengatakan biasanya ada pemeriksaan dari dokter hewan dari dinpanpertan.

“Biasanya ada petugas dari dinas pertanian yang datang untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban menjelang lebaran Idul Adha ini. Kalau ada hewan kurban yang sakit kami juga melapor ke dinas pertanian,” kata Abas.(chy)

 

[Heateor-SC]