Lepas Keberangkatan Calhaj Kabupaten Bangka, Boy Yandra Berpesan Jaga Nama Baik Daerah dan Bangsa

Avatar photo
Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Boy Yandra menyampaikan sambutan saat melepas keberangkatan para calon jemaah haji (calhaj) Tahun 1447 H/2026 M asal Kabupaten Bangka di Masjid Al Ittihad pada Jumat (1/5/2026). (LASPELA/Nurhayati)

SUNGAILIAT, LASPELA — Pemerintah Kabupaten Bangka melepas keberangkatan para calon jemaah haji (calhaj) Tahun 1447 H/2026 M asal Kabupaten Bangka di Masjid Al Ittihad pada Jumat (1/5/2026).

Pelepasan keberangkatan para calhaj ini dilakukan Bupati Bangka diwakili Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Boy Yandra.

Kegiatan ini dihadiri Camat Sungailiat Lingga Pranata, Lurah Parit Padang Fahmi, Forkopimda, Pengurus Yayasan Masjid Al Ittihad, para tokoh masyarakat serta keluarga para calhaj.

Pada kesempatan ini Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Boy Yandra mengungkapkan, ibadah haji adalah panggilan suci dari Allah SWT yang tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk melaksanakannya.

“Perjalanan haji bukan hanya perjalanan fisik tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan mental, kesabaran, keikhlasan serta kesehatan yang prima,” kata Boy Yandra.

Dia berpesan, seluruh calhaj dapat menjaga kondisi kesehatan, mematuhi arahan petugas, serta menjaga kekompakan dan kebersamaan selama menjalankan ibadah di tanah suci.

Boy juga berpesan para calhaj dapat menjaga nama baik daerah, menunjukan sikap santun, disiplin serta mencerminkan akhlak mulia sebagai duta Kabupaten Bangka dan Bangsa Indonesia.

Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) H Fadli Musa mengatakan, perjalanan haji bukan perjalanan biasa tetapi perjalanan jiwa.

Saat di tanah suci tidak ada perbedaan pangkat, jabatan atau kekayaan, semua sama memakai kain ihram berdiri di hadapan Allah memohon ampun.

“Hari ini bukan sekedar seremoni pelepasan jemaah haji, hari ini adalah hari perpisahan yang penuh haru, hari di mana langkah-langkah kita mengantarkan saudara-saudara kita menuju panggilan Allah SWT,” ungkap Fadli.

Dia mengatakan, banyak calhaj yang menunggu bertahun-tahun, menabung bahkan ada yang menjual harta terbaik demi cita-cita menjadi tamu Allah di tanah suci.

Dia berpesan kepada para calhaj untuk meluruskan niat karena perjalanan ini hanya untuk Allah, perbanyak sabar karena ujian pasti akan ada, jaga lisan jaga hati dan jaga kekompakan.

“Jangan lupa di setiap doa kalian di tanah suci ada keluarga, ada kampung halaman, ada kami semua yang menitipkan harapan
Ingat tidak semua orang dipanggil ke sana, maka ketika Allah memilih Anda jangan sia-siakan kesempatan ini,” pesan Fadli. (chy)

[Heateor-SC]