Dorong UMK Naik Kelas, PLN Peduli Gelar Sarasehan Branding dan Copywriting di Bangka Belitung

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif berdiskusi dan menggali strategi memperkenalkan produk secara lebih menarik dengan pembicara, Iqbal Rachman (Founder Gawe Gile dan Influencer Bangka Belitung). (Foto: ist/ PLN UIW Babel)

PANGKALPINANG, LASPELA — PLN melalui program PLN Peduli kembali mendorong peningkatan daya saing Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan menggelar sarasehan bertajuk “Ngomongin Brand, Biar Customer Langsung Naksir” di Hub UMK Bangka Belitung, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan yang terselenggara bekerja sama dengan Danantara Indonesia ini mengangkat tema branding produk dan copywriting UMK. Peserta dibekali pemahaman praktis mengenai pentingnya membangun identitas merek serta strategi komunikasi yang efektif untuk menarik minat konsumen di era digital.

Founder Gawegile, Iqbal Rachman, menekankan bahwa pelaku UMK tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk. Menurut dia, kekuatan brand dan cara penyampaian pesan menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan pasar.

Baca Juga  NGASAB Honda Babel Dari Aspal ke Hati, Perjalanan Berkelas yang Sulit Dilupakan

“Brand bukan sekadar logo atau kemasan, tetapi bagaimana produk itu mampu ‘berbicara’ dan membangun koneksi dengan pelanggan. Copywriting yang tepat bisa menjadi jembatan emosi antara produk dan konsumen,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaku UMK perlu berani membangun cerita di balik produknya agar memiliki nilai lebih di mata konsumen.

General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Ira Savitri, mengatakan bahwa PLN berkomitmen mendukung UMK agar mampu naik kelas melalui penguatan kapasitas dan inovasi.

“Kami ingin UMK di Bangka Belitung tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Penguatan branding dan strategi komunikasi menjadi kunci penting dalam menghadapi persaingan di era digital,” kata Ira.

Baca Juga  Eddy Arif Soroti Jalan Rusak di Terminal Mentok

Sementara itu, Manager Hub UMK Babel, Rizkan Famulaqih, menyebut sarasehan ini dirancang dengan pendekatan interaktif agar peserta dapat langsung mengaplikasikan materi yang diperoleh.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif berdiskusi dan menggali strategi memperkenalkan produk secara lebih menarik.

Melalui kegiatan ini, PLN Peduli berharap pelaku UMK mampu memperkuat identitas brand, meningkatkan daya saing, serta memperluas pasar secara berkelanjutan. (*)

[Heateor-SC]