BEKISAH 2026 Ditutup, Transaksi UMKM Melonjak 75 Persen Tembus Rp219 Juta

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Babel bersama ustadz Ahmad Zacky Mirza, dan sejumlah tokoh agama berfoto bersama dalam penutupan kegiatan Bekisah di Masjid Agung Kubah Timah, Pangkalpinang, Minggu (26/5/2026) malam. (Foto: ist)

PANGKALPINANG, LASPELA — Perputaran uang di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menunjukkan taringnya. Selama tiga hari pelaksanaan Bangka Belitung Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKISAH) 2026, transaksi pelaku usaha lokal tembus Rp219 juta, melonjak 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa geliat ekonomi syariah di Bangka Belitung tidak lagi sekadar wacana, tetapi mulai bergerak nyata di lapangan.

Rangkaian BEKISAH 2026 sendiri resmi ditutup dengan tabligh akbar menghadirkan ustadz nasional Ahmad Zacky Mirza di Masjid Agung Kubah Timah, Pangkalpinang, Minggu (26/5/2026) malam.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, menilai capaian tersebut tidak lepas dari meningkatnya partisipasi masyarakat serta membaiknya kinerja sektor ekonomi syariah di daerah.

“BEKISAH 2026 menjadi momentum untuk terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif serta berdampak bagi masyarakat,” ujarnya di Pangkalpinang, Senin (27/4/2026).

Baca Juga  Harga TBS di Babar Masih di Bawah Ketentuan Provinsi, Dinas akan Panggil Perusahaan

Tak sekadar bazar, BEKISAH dirancang sebagai ekosistem. Sebanyak 52 UMKM ambil bagian, menghadirkan beragam produk mulai dari makanan dan minuman halal, kerajinan, hingga olahan berbasis daur ulang sampah plastik. Kombinasi ini membuat event tidak hanya mendorong transaksi, tetapi juga memperluas pasar dan edukasi pelaku usaha.

“Sebanyak 52 UMKM yang berpartisipasi dalam bazar mencatatkan nilai transaksi Rp219 juta atau meningkat 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Rommy.

Berbagai kegiatan turut mengisi agenda, mulai dari talkshow kebanksentralan, diseminasi laporan perekonomian daerah, pelatihan juru sembelih halal, hingga penguatan peran masjid dalam menopang kemaslahatan umat. Aktivitas ini memperlihatkan bagaimana ekonomi syariah dibangun dari hulu ke hilir, dari literasi hingga praktik langsung di masyarakat.

Baca Juga  Tersangka Pencabulan Anak Tiri di Bangka Barat Meninggal Dunia

“Pada hari terakhir, kegiatan diawali edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah serta lomba mewarnai yang diikuti puluhan peserta,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada transaksi jangka pendek, BEKISAH 2026 juga menanam investasi sosial jangka panjang lewat peluncuran Wakaf Digital Bangka Belitung melalui platform “Satu Wakaf”. Program ini mengusung konsep wakaf produktif berbasis lingkungan melalui “wakaf waste box”.

“Sejak dimulai pada Februari 2026, program tersebut telah menghimpun dana wakaf sebesar Rp23 juta dari masyarakat,” terangnya.

Rommy menambahkan, capaian ini menunjukkan peluang besar integrasi antara keuangan sosial syariah dan isu lingkungan, dua sektor yang kini mulai saling menguatkan.

“Diharapkan semangat BEKISAH dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” tutupnya. (chu)

[Heateor-SC]