SUNGAILIAT, LASPELA — Persediaan ayam potong dan telur ayam di Kabupaten Bangka dipastikan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Syarli Nopriansyah mengatakan hal tersebut berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan pihaknya di sejumlah kandang peternak ayam di wilayah Kabupaten Bangka.
Menurutnya, dari hasil pemantauan tersebut diketahui stok ayam potong yang tersedia masih cukup besar.
“Per minggu kemarin saja, persediaan ayam mencapai 17 ton, dan harga dari produsen sekitar Rp34 ribu per kilogram,” kata Syarli, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, distribusi ayam ternak juga tidak hanya beredar di wilayah Kabupaten Bangka, tetapi turut dipasarkan ke sejumlah daerah lain di luar wilayah tersebut.
“Lalu lintas daging ini tidak bisa dibatasi, bisa sampai ke Toboali, Palembang. Yang mengatur Pokpan, mereka akan mendorong agar ayam ternak dapat terjual ke pasaran,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu pedagang ayam di Pasar Kite Sungailiat, Apri mengatakan permintaan ayam potong dari masyarakat memang meningkat dalam beberapa waktu terakhir, terutama selama bulan Ramadan.
Namun menurutnya, keterbatasan stok dari peternak lokal membuat sebagian pedagang harus mencari pasokan tambahan dari luar daerah.
“Permintaan masyarakat cukup banyak, apalagi saat Ramadan seperti sekarang. Karena stok dari peternak lokal terbatas, sebagian ayam terpaksa didatangkan dari Lampung agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi,” ujarnya.
Ia menambahkan, ayam dari Lampung biasanya dikirim melalui jalur laut menuju Bangka sebelum kemudian didistribusikan kepada para pedagang di pasar.
Meski didatangkan dari luar daerah, kualitas ayam tetap diperhatikan agar layak dikonsumsi oleh masyarakat. (mah)








