MENDO BARAT, LASPELA – Raut wajah Abdul Qodir, seorang petani Desa Air Durin, Kecamatan Mendo Barat tampak bahagia. Senyum petani berusia 60 tahun ini juga terlihat sumringah, setelah menerima bantuan secara simbolis bibit karet dari Gubernur Bangka Belitung Dr H Erzaldi Roesman Djohan
Kakek beberapa cucu ini tidak sendirian, bersama puluhan anggota Kelompok Tani Rukun Makmur Desa Air Duren Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka lainnya, mereka mendapat bantuan bibit karet siap tanam sebanyak 11.000 batang.
” Terimakasih Pak Gubernur Erzaldi. Kami telah dibantu bibit karet. Semoga bantuan ini bisa memberikan kesejahteraan kami para petani karet,” ucap Abdul Qodir.
Pemberian bibit karet ini diserahkan secara simbolis kepada Kelompok Tani Rukun Makmur, di Desa Air Duren Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka, Selasa (12/12/2017). Bantuan bibit karet ini untuk peremajaan tanaman karet di Kabupaten Bangka.
Selain bibit karet siap tanam, kelompok tani ini juga menerima bantuan berupa Pupuk 4.000 kg, Fungisida 40 liter, Herbisida 60 liter dan Knapsack Sprayer 8 unit. Penyerahan paket bantuan ini berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor 188.4/075x/Kpts/PERTANIAN/APBN-P/BUN/IX/2017 tanggal 8 September 2017 tentang Penetapan Kelompok Tani Penerima Bantuan Kegiatan Peremajaan Tanaman Karet di Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung satuan kerja Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun Anggaran 2017.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr H Erzaldi Roesman Djohan menyatakan bantuan bibit karet ini merupakan implementasi janji politik yang menginginkan peningkatan kesejahteraan para petani karet di Provinsi Bangka Belitung.
“Dengan peremajaan, diharapkan nantinya petani bisa lebih untung,” ujar Erzaldi Roesman.
Peremajaan tersebut, dikatakan Erzaldi tepat karena dewasa ini sedang terjadi penurunan harga getah karet sangat besar. Selama ini, kata dia, dengan tanaman yang bibitnya sebagian besar asalan atau tidak unggul membuat produktivitas hasil karet petani masih sangat rendah.
“Dengan produktivitas rendah, maka bukan saja pendapatan petani relatif lebih kecil, tetapi juga ekspor tidak maksimal.” katanya.
Melalui bantuan ini Gubernur Erzaldi berharap petani benar-benar dapat memanfaatkan dan menanam bibit karet ini dengan baik sehingga beberapa tahun kedepan akan menghasilkan getah yang berkualitas untuk membantu ekonomi keluarga. Akan tetapi, bantuan itu bukan untuk memanjakan para petani tetapi bentuk kepedulian pemerintah provinsi untuk menaikan taraf hidup para petani di Bangka Belitung.
“Semoga bantuan ini menjadi awal kesejahteraan para petani kita,” harap Erzaldi. (Tim)







