BBM Non Subsidi Naik, Ini Rincian Harga Terbaru di Bangka Belitung

Avatar photo
Headline Kora Media Laskar Pelangi Edisi 366

Harga BBM Provinsi Bangka Belitung

  1. Pertalite: Rp 10.000
  2. Pertamax: Rp 12.600
  3. Pertamax Turbo: Rp 19.850
  4. Pertamax Green: -,
  5. Pertamina Bio Solar: Rp 6.800
  6. Dexlite: Rp 24.150,
  7. Pertamina Dex: Rp 24.450,
  8. Pertamax (Pertashop): Rp 12.500.

 

PANGKALPINANG, LASPELA–PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang dijual di SPBU. Penyesuaian harga tersebut mulai berlaku sejak 18 April 2026, sebagaimana tercantum dalam situs resmi Pertamina. Kenaikan harga terjadi pada beberapa produk BBM non subsidi, dengan lonjakan yang cukup signifikan, terutama pada jenis diesel dan bensin beroktan tinggi.

Sebagai contoh Pertamax Turbo (RON 98) ditetapkan menjadi Rp19.400 per liter atau naik dari yang sebelumnya Rp13.100 per liter. Sementara itu Dexlite mengalami kenaikan menjadi Rp23.600 per liter atau naik dari sebelumnya Rp14.200 per liter. Adapun Pertamina Dex mengalami kenaikan menjadi Rp23.900 per liter atau naik dari sebelumnya Rp14.500 per liter.

“PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar,” mengutip pengumuman Pertamina, Senin (20/4/2026).
Sementara itu, beberapa jenis BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga, yakni: Pertamax (RON 92), Pertamax Green 95, Pertalite dan Solar subsidi. Sedangkan Harga BBM Provinsi Bangka Belitung, Pertalite: Rp 10.000 Pertamax: Rp 12.600, Pertamax Turbo: Rp 19.850, Pertamax Green: -, Pertamina Bio Solar: Rp 6.800, Dexlite: Rp 24.150, Pertamina Dex: Rp 24.450, Pertamax (Pertashop): Rp 12.500.

Baca Juga  BBM Nonsubsidi Naik, Siapa Paling Terpukul?

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap alasan kenaikan sejumlah jenis BBM nonsubsidi oleh Pertamina, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Bahlil mengatakan alasan Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi lantaran mengikuti harga pasar pasar. Berdasarkan aturan, pemerintah hanya mengatur harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar.

“Kalau BBM itu kan untuk yang pemerintah atur adalah BBM bersubsidi. Sementara untuk yang nonsubsidi, sesuai Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022, itu mengikuti harga pasar,” kata Bahlil di lokasi retret Ketua DPRD seluruh Indonesia di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Sabtu (18/4).
Menurutnya, kenaikan harga BBM tersebut juga hanya berdampak pada masyarakat mampu. Sebab, jenis BBM nonsubsidi yang naik umumnya dikonsumsi orang kaya.

Baca Juga  BBM Nonsubsidi Naik, Siapa Paling Terpukul?

“(Pertamax) Turbo itu kan buat orang kaya, orang-orang mampu semua, RON 98. Kemudia solar yang CN 51 (Dexlite) itu kan untuk orang mampu,” imbuhnya.

Sabtu lalu, PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga tiga jenis BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex. Perseroan mengatakan kenaikan harga BBM nonsubsidi selaras dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Harga Pertamax Turbo naik dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter.

Sementara, harga BBM Pertamax (RON 92) masih dipertahankan di Rp12.300 per liter dan Pertamax Green Rp12.900 per liter.

Kemudian, harga BBM subsidi jenis Pertalite tetap Rp10 ribu per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyampaikan alasan harga Pertamax dan Pertamax Green tidak naik karena perusahaan masih mengevaluasinya. (*/net)

[Heateor-SC]