Kasus HIV/AIDS Meningkat, Bupati Algafry Rahman Minta Pengidap HIV Rutin Periksa Kesehatan

Avatar photo
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman.(Sepri/Laspela)

KOBA, LASPELA – Dinas Kesehatan Bangka Tengah telah mengungkapkan angka penyebaran HIV tahun 2025 meningkat ketimbang tahun 2024.

Salah satu faktor risiko penyebaran HIV tersebut disebutkan adalah hubungan seksual sejenis antara laki-laki yang menyukai laki-laki atau homoseksual.

Menanggapi ini, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengatakan, trend peningkatan kasus HIV di tahun 2025 ini memang terjadi.

“Kejanggalan (hubungan sesama jenis) seperti itu masih bisa mungkin terjadi,” kata Algafry Rahman kepada awak media pada Rabu (22/4/2026).

Maka itu, ia sudah meminta Dinas Kesehatan tetap menjaga privasi penderita HIV/AIDS, tapi juga harus tetap dibangun komunikasi terhadap orang-orang berisiko tersebut.

“Tapi kami juga sudah mengkomunikasikan kepada beberapa orang yang terindikasi hubungan sejenis. Kita sudah berikan pemahaman terkait pemeriksaan kesehatan secara rutin,” katanya.

Sebelumnya, pada Selasa (21/4/2026), Dinas Kesehatan Bangka Tengah menyatakan akan memaksimalkan upaya penanggulangan HIV/AIDS, karena jumlah kasus telah mencapai 25 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, Zaitun, menyampaikan berbagai langkah dilakukan, mulai dari skrining hingga edukasi masyarakat guna menekan penyebaran.

Terdapat sejumlah faktor risiko penularan HIV/AIDS, di antaranya perilaku hubungan seksual berisiko serta transfusi darah yang tidak aman.

“Untuk pencegahan, kami melakukan skrining HIV/AIDS serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Namun, memang tidak semua orang bersedia menjalani pemeriksaan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, deteksi dini melalui skrining sangat penting karena HIV/AIDS termasuk penyakit berbahaya yang memerlukan penanganan serius.

“Ini menjadi salah satu penyakit prioritas. Setiap kegiatan promosi kesehatan, kami selalu menyampaikan bahwa HIV/AIDS berbahaya dan perlu dicegah sejak dini,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga aktif melakukan sosialisasi terkait faktor risiko penularan, dengan harapan masyarakat lebih waspada dan menjaga diri.

“Kami juga menyasar sekolah dan kalangan remaja agar pemahaman tentang HIV/AIDS bisa ditanamkan sejak dini,” tambahnya.

Zaitun menambahkan, upaya penanganan HIV/AIDS di Bangka Tengah turut didukung oleh anggaran dari pemerintah pusat, khususnya untuk program penyakit prioritas, baik menular maupun tidak menular.(pri)

[Heateor-SC]