Hutan Pelawan Dikembangkan  Jadi Objek Wisata Edukasi

Kades Namang ketika menjelaskan tentang hutan wisata kepada rombongan

NAMANG, LASPELA – Pemerintah Desa (Pemdes) Namang terus berupaya mengenalkan wisata edukasi yang ada di desanya dengan cara bekerjasama, kolaborasi dengan Pemerintah, instansi vertikal dan lainnya agar wisata desa Namang lebih dikenal luas lagi baik secara daerah, nasional maupun internasional.

Apalagi memiliki segudang potensi di bidang ketahanan pangan, tak heran jika Desa Namang Kabupaten Bangka Tengah selalu menjadi tempat kunjungan para pelancong baik dari dalam daerah, luar daerah hingga mancanegara.

Desa Namang telah dinobatkan sebagai Desa Berketahanan Pangan dan Iklim oleh Kementerian Desa RI. Salah satu produk unggulannya adalah madu pelawan, yang hanya ada di Bangka Belitung dan dikenal menghasilkan madu pahit bernilai tinggi.

“Alhamdulillah hari ini kita menerima kunjungan Wakapolda Babel beserta istri, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, serta influencer Bangka Belitung dalam rangka menikmati sensasi menghisap langsung madu pelawan di tempatnya serta edukasi wisata melon, kata Kepala Desa Namang Zaiwan, Sabtu (4/4/2026) sore.

Dalam kegiatan tersebut, mereka tidak hanya melihat langsung hutan pelawan, tetapi juga belajar tentang keunikan pangan lokal Bangka Belitung.

“Mereka diperkenalkan pada madu khas Babel dengan cita rasa unik—pahit, manis, hingga asam manis—serta edukasi mengenai lada Bangka Belitung dan tradisi makan bedulang khas Desa Namang,” ujar Zaiwan.

“Dengan adanya kunjungan Wakapolda beserta istri dengan mengajak influencer maka sangat membantu kami untuk lebih luas lagi mempromosikan wisata Namang, UMKM yang ada disini,” sambungnya.

Disampaikan Zaiwan, pada momentum Imlek, lebaran hingga Chengbeng banyak wisatawan dari mancanegara berkunjung Negeri Serumpun Sebalai ini.

“Kita manfaatkan momentum ini untuk menarik wisatawan datang tempat wisata kita. Dan kemarin juga wisatawan dari Jepang, Prancis sudah berkunjung ke sini,” katanya.

Zaiwan mengatakan, dengan adanya momentum ini pihaknya berharap pemerintah daerah, instansi vertikal, stakeholder untuk membantu mempromosikan daerah-daerah wisata, khususnya daerah wisata pelawan desa Namang.

“Peran pemerintah khususnya pemda Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas PU, Forkopimda sangat support sekali dengan menggaet travel wisata, mengajak tamu untuk mengunjungi wisata Namang,” jelasnya.

Hutan pelawan

Selain madu pelawan, Desa Namang juga memiliki edukasi wisata memetik buah-buahan langsung disampaikan seperti buah melon, pepaya, kelengkeng, alpukat, nanas, serta sayur-sayuran, dan Desa Namang juga kaya akan kearifan lokal seperti morok jerami, musik dambus, makan bedulang, hingga wisata satwa endemik mentilin.

Tak berhenti disitu, Pemdes Namang terus melakukan terobosan agar wisata hutan pelawan dikenal lebih luas lagi.

“Kita bekerjasama dengan pemda, pihak swasta untuk membuat edukasi dengan menanam sebanyak 5.000 batang lada putih (White Papper) yang baru, mengingat desa Namang dinobatkan sebagai Desa Devisa binaan dari DPJb Bangka Belitung,” terangnya.

“Kami akan terus berinovasi untuk menarik wisatawan agar berkunjung ke Bangka Belitung, dan kami berharap kepada Dinas Pariwisata di Provinsi maupun Kabupaten mendukung program kami, walaupun efisiensi tapi diharapkan dari pemerintah mendukung wisata yang ada di Bangka Belitung,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengatakan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus mengembangkan kawasan wisata persawahan di Desa Namang, dengan membangun fasilitas pendukung yang mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

“Namang itu merupakan desa sentra persawahan dan juga dikenal dengan desa wisata hutan pelawan. Dan InsyaAllah nanti kita akan kembangkan menjadi kawasan wisata santai bertajuk kuliner dengan pemandangan hamparan sawah yang cukup luas,” ujarnya.

Petik melon di kawasan hutan wisata Desa Namang

Menurut Algafry, Namang merupakan Desa wisata lokal yang memiliki potensi alam yang harus terus dikembangkan untuk menjadi daerah wisata.

“Potensi di desa Namang lebih di kenal dengan madu hutan pelawan, tetapi banyak potensi lain di desa Namang ini mulai dari persawahan, buah-buahan, sayur-sayuran, teh, lada putih, home stay, serta kearifan lokal seperti morok jerami, musik dambus, makan bedulang, hingga wisata satwa endemik mentilin,” jelasnya.

“Pihak akan terus melakukan berbagai langkah strategis untuk mengembangkan potensi yang ada di desa Namang maupun di daerah lain yang ada di Bangka Tengah,” tutupnya Algafry. (chu)