PANGKALPINANG, LASPELA–Dalam rangka meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa di bidang penelitian dan penulisan karya ilmiah, Program Studi Arsitektur menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Penulisan Ilmiah bagi Mahasiswa Program Studi Arsitektur untuk Mata Kuliah Metodologi Penelitian Semester V, yang dilaksanakan di ruang studio arsitektur, Jum’at (14/11/2025).
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari mahasiswa yang mengikuti acara dengan penuh antusias sejak awal hingga akhir kegiatan.
Lokakarya tersebut diikuti oleh mahasiswa semester V yang sedang menempuh mata kuliah Metodologi Penelitian. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pembekalan awal agar mahasiswa memiliki kesiapan dalam memahami konsep dasar penelitian, penyusunan proposal, serta teknik penulisan ilmiah yang sesuai standar akademik.
Ketua pelaksana kegiatan, Hakim Prasasti Lubis, M.Pd. menjelaskan bahwa kemampuan menulis karya ilmiah menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa, terutama dalam menghadapi tantangan akademik di perguruan tinggi. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu dibimbing sejak dini agar memiliki pemahaman yang benar mengenai tahapan penelitian.
“Melalui lokakarya ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa penelitian bukan sesuatu yang sulit jika dipahami langkah-langkahnya secara sistematis. Mahasiswa harus mulai belajar menentukan masalah penelitian, menyusun kerangka berpikir, hingga menulis laporan secara ilmiah,” ujarnya.
Pada kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi tentang teknik menentukan topik penelitian yang relevan dengan bidang arsitektur, penyusunan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, tinjauan pustaka, hingga metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Selain itu, mahasiswa juga diberikan pemahaman tentang pentingnya penggunaan referensi yang kredibel serta tata cara sitasi untuk menghindari plagiarisme.
Materi disampaikan secara interaktif dengan mengombinasikan metode ceramah, diskusi, studi kasus, dan praktik sederhana. Para peserta diajak menganalisis contoh proposal penelitian yang baik serta mengidentifikasi kesalahan umum yang sering terjadi dalam penulisan karya ilmiah mahasiswa.
Suasana lokakarya berlangsung dinamis. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan seputar kesulitan yang sering mereka hadapi, mulai dari menentukan judul penelitian, mencari referensi ilmiah, menyusun hipotesis, hingga memilih metode penelitian yang tepat sesuai tema arsitektur.
Salah seorang peserta mengaku kegiatan tersebut sangat membantu karena selama ini masih banyak mahasiswa yang merasa bingung saat harus memulai penelitian.
“Biasanya kami kesulitan menentukan judul dan menyusun latar belakang masalah. Setelah mengikuti kegiatan ini, kami jadi lebih memahami bagaimana memulai penelitian dari masalah yang ada di sekitar lingkungan arsitektur,” katanya.
Peserta lainnya juga menilai kegiatan tersebut memberi motivasi baru bagi mahasiswa untuk lebih serius dalam menulis karya ilmiah. Menurutnya, mahasiswa sering menganggap penelitian sebagai sesuatu yang rumit, padahal jika dipahami tahap demi tahap akan menjadi lebih mudah dikerjakan.
Ketua Program Studi Arsitektur Ar. Rizka Felly, S.T., M.Ars. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pembelajaran di lingkungan program studi. Ia menilai bahwa mahasiswa arsitektur tidak hanya dituntut memiliki kemampuan desain, tetapi juga harus mampu melakukan kajian ilmiah sebagai dasar perencanaan dan pengembangan karya arsitektur.
“Mahasiswa arsitektur harus memiliki dua kekuatan, yaitu kemampuan kreatif dalam merancang dan kemampuan akademik dalam meneliti. Keduanya harus berjalan seimbang agar lulusan memiliki daya saing yang baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kemampuan penelitian sangat dibutuhkan dalam dunia kerja maupun pendidikan lanjut, terutama dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan, tata ruang, lingkungan, dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Oleh karena itu, budaya akademik harus dibangun sejak mahasiswa berada di bangku kuliah.
Melalui kegiatan ini, program studi berharap mahasiswa mampu menyusun proposal penelitian yang lebih baik, memiliki keberanian menuangkan gagasan secara tertulis, serta terbiasa berpikir kritis dan sistematis dalam melihat persoalan di bidang arsitektur.
Lokakarya ditutup dengan sesi tanya jawab dan pendampingan singkat penyusunan ide penelitian masing-masing peserta.
Para mahasiswa tampak antusias berdiskusi dengan narasumber mengenai topik-topik penelitian yang berhubungan dengan desain bangunan ramah lingkungan, ruang publik, perumahan, kawasan pesisir, hingga pelestarian bangunan bersejarah.
Program Studi Arsitektur berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan serupa secara berkelanjutan, baik dalam bentuk pelatihan penulisan ilmiah, seminar penelitian, maupun pendampingan proposal skripsi.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya karya-karya ilmiah mahasiswa yang inovatif, solutif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (*/rls)








