SUNGAILIAT, LASPELA — Jasad diduga Parjiman (55) korban nelayan yang hilang di Perairan Karang Kering, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Rabu (15/4/2026) lalu sempat ditemukan.
Di mana seorang nelayan bernama Mijar sempat melihat sosok terapung di Perairan Tanjung Ratu pada Sabtu (18/4/2026) malam kemarin.
Selanjutnya pada Minggu (19/4/2026) pagi dia menghubungi pihak DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka untuk memberitahu ada sosok terapung di tengah laut.
Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka Slamet Riyadi meminta pihak Tim SAR gabungan agar segera mengevakuasi jasad nelayan tersebut.
“Saya info kan nelayan yang meninggal di laut itu sekarang sudah diketemukan oleh pihak nelayan Tanjung Ratu, posisi mayat masih di tengah laut. Tolong info kan Tim SAR atau Basarnas ke lokasi Pantai Takari,” jelas Slamet kepada wartawan, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, posisi sekarang para nelayan sudah dalam perjalanan menjemput korban di tengah laut.
Dia mengatakan, untuk info lebih lanjut bisa menghubungi Nur Hakim dari Tim Rescue DPC HNSI Kabupaten Bangka.
Saat dihubungi, Nur Hakim mengatakan pihak Tim SAR gabungan bersama keluarga korban sudah berangkat untuk mengevakuasi mayat terapung di laut yang diduga Parjiman.
Namun sayangnya saat Tim SAR gabungan ke lokasi ternyata jasad yang diduga Parjiman tidak berhasil ditemukan.
“Tadi ada dua regu Tim SAR dan bersama keluarga korban sudah ke lokasi dari Pelabuhan Rebo. Menurut nelayan yang menemukan pada Sabtu (18/4/2026) malam melihat sosok mayat yang terapung. Namun ketika didatangi Tim SAR ke lokasi sepertinya jasad korban tidak ditemukan lagi, menghilang. Mungkin bergeser dibawa arus laut,” kata Nur Hakim.
Dia mengatakan, saat ini Tim SAR Gabungan masih terus menyisiri Perairan Tanjung Ratu dan sekitar untuk mencari keberadaan jasad yang terapung di laut tersebut.
“Tim SAR saat ini masih melakukan pencarian. Semoga jasad nelayan yang hilang di Perairan Tanjung Kering itu segera ditemukan,” harap Nur Hakim.
Hilang di Karang Kering
Diberitakan sebelumnya, jasad seorang nelayan asal Sungailiat, Kabupaten Bangka, dilaporkan hilang saat melaut di Perairan Karang Kering.
Korban diketahui bernama Parjiman (55), warga Gang Enggano, Desa Air Ruay, Kecamatan Pemali.
Sebelumnya korban berangkat melaut seorang diri pada Selasa (14/4/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Namun hingga Rabu (15/4/2026) malam belum juga pulang dari melaut.
Selanjutnya pihak keluarga menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang Mikel Rahman Junika mengungkapkan pihaknya mendapat informasi kehilangan dari pihak keluarga korban pada Rabu (15/4/2026) malam pukul 20.23 WIB.
“Korban berangkat menggunakan kapal nelayan berwarna cokelat putih dengan lis kuning biru pada Selasa, 14 April pukul 06.00 WIB. Biasanya korban sudah kembali ke darat pada pagi hari berikutnya, namun hingga laporan kami terima, korban belum ada kabar,” ungkap Mikel dalam rilisnya kepada wartawan, Kamis (16/4/2026) pagi.
Setelah menerima informasi tersebut Tim SAR gabungan pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 20.40 WIB langsung bergerak melakukan pencarian korban.
Operasi SAR ini turut didukung unsur SAR Gabungan yakni personel rescuer Kansar Pangkalpinang, Ditpolairud Polda Bangka Belitung, Satpolairud Polres Bangka, Laskar Sekaban dan perwakilan keluarga korban.
Selanjutnya tim bergerak menuju titik koordinat perkiraan di 1°48’45.36″S 106°10’19.26″E, atau sekitar 4 nautical mile dari Dermaga Nelayan II Sungailiat.
Dari informasi pihak keluarga korban, kapal yang digunakan korban ditemukan tetapi Parjiman tidak ada kapal itu.
“Semalam juga saat tiba di muara Jelitik, kita menerima info dari keluarga korban bahwa kapal korban berhasil ditemukan oleh nelayan yang tidak sengaja melintas di sekitaran LKP, namun korban tidak ditemukan di atas kapalnya,” ungkap Mikel. (chy)








