Hari Ketiga Pencarian, Tim SAR Gabungan Kerahkan Dua Rubber Boat Cari Parjiman yang Hilang di Perairan Karang Kering

Komandan Tim Basarnas Bangka Belitung, Darma Putra bersama Personel Basarnas Bangka Belitung, Adam saat melaporkan pencarian korban nelayan yang hilang di Perairan Karang Kering, Jumat (17/4/2026) di Pantai Matras. (Dok/Basarnas Bangka Belitung)

SUNGAILIAT, LASPELA — Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian terhadap Parjiman (55) nelayan yang hilang pada Rabu (15/4/2026) lalu saat melaut di Perairan Karang Kering Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pada hari ketiga Jumat (17/4/2026) pencarian dilakukan oleh Tim SAR Gabungan terdiri Basarnas Provinsi Bangka Belitung, BPBD Provinsi Bangka Belitung, BPBD Kabupaten Bangka, Ditpolairud Polda Bangka Belitung, Satpolairud Polres Bangka dan Laskar Sekaban.

“Kami tetap melakukan pencarian, diupayakan pencarian sesuai dengan SAR Map pada pagi hari ini,” ungkap Komandan Tim Basarnas Bangka Belitung Darma Putra kepada wartawan, Jumat (15/7/4/2026).

Tim SAR gabungan menggunakan dua unit perahu karet (rubber boat) dari Basarnas dan Laskar Sekaban untuk menyisir Perairan Karang Kering di mana korban hilang.

Darma berharap korban segera ditemukan dalam kondisi selamat dan Tim SAR gabungan bisa dipulangkan ke unit masing-masing.

Baca Juga  Nelayan Sempat Temukan Mayat Terapung di Perairan Tanjung Ratu, Diduga Sosok Parjiman yang Hilang di Perairan Karang Kering

Kapal Ditemukan

Diberitakan sebelumnya Tim SAR Gabungan melakukan pencarian seorang nelayan yang hilang di Perairan Karang Kering, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka saat melaut pada Rabu (15/4/2026) malam.

Korban diketahui bernama Parjiman (55), warga Gang Enggano 1, Air Ruay, Sungailiat.

Parjiman dilaporkan hilang setelah tidak kunjung pulang dari melaut sejak berangkat pada Selasa (14/4/2026) pagi kemarin.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang Mikel Rahman Junika mengungkapkan pihaknya mendapat informasi kehilangan dari pihak keluarga korban pada Rabu (15/4/2026) malam pukul 20.23 WIB.

“Korban berangkat menggunakan kapal nelayan berwarna cokelat putih dengan lis kuning biru pada Selasa, 14 April pukul 06.00 WIB. Biasanya korban sudah kembali ke darat pada pagi hari berikutnya, namun hingga laporan kami terima, korban belum ada kabar,” ungkap Mikel dalam laporan kepada wartawan, Kamis (16/4/2026) pagi.

Baca Juga  Nelayan Sempat Temukan Mayat Terapung di Perairan Tanjung Ratu, Diduga Sosok Parjiman yang Hilang di Perairan Karang Kering

Setelah menerima informasi tersebut Tim Rescue Kansar Pangkalpinang langsung diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 20.40 WIB.

Selanjutnya tim bergerak menuju titik koordinat perkiraan di 1°48’45.36″S 106°10’19.26″E, atau sekitar 4 nautical mile dari dermaga nelayan II sungailiat

Operasi SAR ini turut didukung unsur SAR Gabungan yakni personel rescuer Kansar Pangkalpinang, Ditpolairud Polda Bangka Belitung, Satpolairud Polres Bangka, Laskar Sekaban dan perwakilan keluarga korban.

“Semalam juga saat tiba di muara Jelitik, kita menerima info dari keluarga korban bahwa kapal korban berhasil ditemukan oleh nelayan yang tidak sengaja melintas di sekitaran LKP, namun korban tidak ditemukan diatas kapalnya,” ungkap Mikel.

Hingga hari ketiga pencarian, Jumat (17/4/2026) belum ditemukan korban nelayan yang hilang di Perairan Karang Kering tersebut. (chy)

 

[Heateor-SC]