Tujuh Bulan Tak Bertugas, Dua Dokter Spesialis di RSUD Sejiran Setason Masih Terima Gaji

MENTOK, LASPELA  — Dua orang PNS dokter spesialis di Bangka Barat (Babar) berinisial ZF dan RK diduga tidak masuk kerja selama selama berbulan-bulan sejak tahun 2025 lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat, Rangkuti menyampaikan, ZF diketahui tidak lagi masuk kerja setelah menyampaikan surat pada tanggal 19 Juli 2025. Sementara RK, tidak masuk kerja sejak 24 September 2025.

Rangkuti menjelaskan, baik surat pengunduran diri atau cuti di luar tanggungan negara tidak berlaku sebelum ada putusan dari bupati.

“Sebelum ada putusan atasan itu tidak boleh jalan, tetapi mereka tidak, begitu ngantar surat langsung menghilang dan tidak ada kabar,” katanya, Senin (9/3/2026).

Dikatakan Rangkuti, meskipun kedua dokter spesialis ini tidak masuk kerja selama berbulan-bulan, mereka masih tetap mendapat gaji dari pemerintah.

Rangkuti menyayangkan perilaku dokter spesialis tersebut, padahal keduanya bisa mendapat gelar spesialis berkat pendidikan yang ditanggung oleh negara.

“Tidak ada yang (biaya) mandiri, semuanya ditanggung negara, ada yang dari provinsi, itu semuanya uang negara,” ucapnya.

Rangkuti mengingatkan seluruh dokter spesialis agar tidak mengulangi perbuatan RK dan ZF. Sebab, tanpa rekomendasi tugas dari daerah, tidak akan jadi dokter spesialis.

“Jangan pernah melupakan daerah yang telah memberikan rekomendasi tugas belajar, karena tanpa itu tidak bisa bermimpi menjadi dokter spesalis, kecuali bayar mandiri,” ujarnya. (oka)

 

[Heateor-SC]