PANGKALPINANG, LASPELA – Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Arnadi dari Partai PKS menyampaikan bahwa bulan suci Ramadhan merupakan momentum penting bagi umat Muslim untuk memperkuat nilai ketakwaan, kepedulian sosial, dan integritas, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.
Menurut Arnadi, Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga bulan pembinaan karakter.
“Ramadan adalah bulan takwa dan muhasabah. Puasa melatih kejujuran, kedisiplinan, kesabaran, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Ia menambahkan, Ramadan juga menjadi momentum penguatan kepedulian sosial. Melalui ibadah puasa, umat Muslim diajarkan untuk merasakan empati terhadap masyarakat yang kurang mampu.
Karena itu, ia menilai pemerintah daerah harus memanfaatkan momentum ini untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada rakyat.
Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain penguatan UMKM lokal, stabilitas harga kebutuhan pokok, pengawasan distribusi bantuan sosial, serta perlindungan terhadap kelompok rentan.
“Ramadan menjadi pengingat bahwa kebijakan publik harus menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Arnadi menyebut Ramadan sebagai bulan integritas dan amanah.
Ia menekankan bahwa puasa menumbuhkan kesadaran moral yang harus tercermin dalam tata kelola pemerintahan.
“Nilai integritas itu harus diwujudkan dalam transparansi, akuntabilitas, serta komitmen terhadap kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” katanya.
Terkait pelaksanaan bazar di Masjid Agung Kubah Timah selama Ramadan, Arnadi menilai kebijakan tersebut sudah tepat karena memberikan ruang bagi para pelaku UMKM untuk berjualan.
“Kami pikir ini kebijakan yang tepat di bulan Ramadan. Pemerintah memberikan ruang kepada para UMKM untuk memiliki tempat berjualan,” ujarnya.
Meski demikian, ia berharap pelaksanaan bazar tetap memperhatikan ketertiban, terutama karena lokasi berada di halaman masjid.
“Kami berharap karena ini di halaman masjid, agar lebih tertib, terutama pada waktu pelaksanaan salat dan kegiatan ibadah lainnya,” tambahnya.
Arnadi juga mendorong agar penataan bazar UMKM tidak hanya dilakukan di satu lokasi, tetapi diperluas ke beberapa titik lainnya di Kota Pangkalpinang agar para pelaku usaha dapat berjualan dengan rapi dan tertib.
“Sehingga pembeli pun merasa nyaman dan mudah memilih karena kondisinya tertata dengan baik,” ujarnya. (dnd)








