SUNGAILIAT, LASPELA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bangka membutuhkan pasokan ayam pedaging dalam jumlah besar.
Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan) Kabupaten Bangka mencatat kebutuhan ayam pedaging mencapai 2,4 ton per minggu atau sekitar 600 kilogram setiap dapur SPPG.
“Kami mencatat kebutuhan ayam pedaging di empat titik SPPG yang sudah beroperasi mencapai 2,4 ton per minggu. Angka ini akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah SPPG yang akan beroperasi,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinpanpertan Bangka, Krisnaningsih, Jumat (12/12/2025).
Menurutnya, kebutuhan yang besar ini secara bertahap mulai menunjukkan lonjakan dan diperkirakan naik signifikan saat puluhan dapur SPPG tambahan mulai beroperasi di berbagai kecamatan.
Tingginya permintaan untuk kebutuhan MBG tersebut ikut memberikan tekanan terhadap harga ayam pedaging di pasar tradisional.
Harga eceran kini berada di atas Rp40 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya sekitar Rp30 ribu.
Meski demikian, Krisnaningsih memastikan bahwa stok ayam pedaging di Kabupaten Bangka masih berada dalam kondisi aman.
Saat ini terdapat sekitar 1.209.700 ekor ayam pedaging per 55 hari yang tersedia di kandang-kandang peternak.
Besarnya stok tersebut tidak sepenuhnya untuk kebutuhan Bangka saja.
Menurut Krisnaningsih, pasokan ayam pedaging dari Kabupaten Bangka juga disalurkan ke SPPG di Kota Pangkalpinang.
“Jutaan ekor ayam pedaging yang tersedia itu tidak hanya untuk kebutuhan MBG di Kabupaten Bangka, melainkan didistribusikan pula ke SPPG di Kota Pangkalpinang, karena di kota itu tidak ada kandang ayam pedaging,” jelasnya.
Dengan kebutuhan yang terus meningkat dan pasokan yang harus dijaga stabil, Dinpanpertan Bangka terus memantau ketersediaan ayam pedaging agar pelaksanaan program MBG dapat berjalan lancar tanpa mengganggu harga pasar. (mah)







