Menerangi Serumpun Sebalai

Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga, Pemkot Pangkalpinang Jaga Stabilitas Harga Jelang Idul Adha

Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, Kamis (7/5/2026), (Laspela/Dinda).

PANGKALPINANG, LASPELA — Pemerintah Kota Pangkalpinang kembali menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung melalui APBD Kota tersebut disambut antusias masyarakat sejak pagi hari.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri mengatakan, Gerakan Pangan Murah kali ini merupakan pelaksanaan kedelapan yang telah digelar pihaknya.

“Ini untuk yang kedelapan kalinya. Tiga kali kita laksanakan mandiri, tiga kali melalui Bank Indonesia, dan dua kali melalui APBD. Yang hari ini melalui APBD Kota,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 12 distributor dan pelaku usaha turut dilibatkan, di antaranya Bulog, distributor telur, Hypermart, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta sejumlah pelaku UMKM.

Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih murah dibanding harga pasar.

Bawang putih dijual Rp28 ribu per kilogram, bawang bombay Rp26 ribu per kilogram, bawang merah Brebes Rp44 ribu per kilogram, cabai kecil Rp45 ribu per kilogram, dan cabai besar Rp48 ribu per kilogram.

Selain bahan pokok, buah-buahan juga banyak diminati masyarakat. Jeruk dijual Rp35 ribu per kilogram, sedangkan anggur dibanderol mulai Rp70 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.

Menurut Yiyi, komoditas yang paling banyak diminati masyarakat yakni beras, minyak goreng, dan telur.

Beras dijual dengan harga Rp59 ribu per karung ukuran lima kilogram dengan pembelian maksimal lima karung per orang.

“Alhamdulillah dari pagi cukup ramai. Yang paling banyak diminati beras, minyak, dan telur,” katanya.

Ia menjelaskan, menjelang Idul Adha sejumlah komoditas pangan mulai mengalami kenaikan harga, seperti bawang merah, telur, gula, dan beras premium. Karena itu, pemerintah berupaya mengantisipasi lonjakan harga melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.

“Memang beberapa komoditi mulai naik, seperti bawang merah, telur, gula, dan beras premium. Oleh sebab itu kita antisipasi melalui Gerakan Pangan Murah ini,” jelasnya.

Meski terjadi peningkatan permintaan menjelang hari besar keagamaan, Yiyi memastikan stok pangan di Pangkalpinang masih dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Stok kita cukup, cuma memang permintaan relatif meningkat karena menjelang Idul Adha,” ungkapnya.

Ia menambahkan, komoditas seperti bawang merah, bawang putih, telur, dan gula menjadi yang paling banyak dicari masyarakat menjelang Lebaran Idul Adha.

Dalam kegiatan tersebut, telur dijual dengan harga Rp28 ribu per kilogram, lebih murah dibanding harga pasar yang berkisar Rp31 ribu hingga Rp32 ribu per kilogram.

Pemerintah berharap kenaikan harga pangan menjelang Idul Adha tetap dapat terkendali melalui berbagai langkah intervensi pasar yang dilakukan. (dnd)

 

[Heateor-SC]