Menerangi Serumpun Sebalai

Bea Cukai Beri Pelatihan Ekspor 17 UMKM Babel

* Tingkatkan Daya Saing dan Kemampuan

PANGKALPINANG, LASPELA – Bea Cukai Pangkalpinang memberikan pelatihan ekspor kepada 17 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), berlangsung di Kantor Bea Cukai Pangkalpinang, Selasa (8/8/2023).

Pelatihan ekspor kepada pelaku UMKM ini, merupakan salah satu rangkaian kegiatan UMKM Week 2023, dengan mengusung tema “Kontribusi Berkelanjutan Pemuda Pemudi Indonesia”

Pelatihan UMKM Week yang digelar oleh Bea Cukai Pangkalpinang bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (Babel) dan Dinas Koperasi dan UMKM (KUMKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalpinang, Mohammad Munif mengatakan, UMKM Week 2023 adalah salah satu dari serangkaian kegiatan Pekan Raya Bea Cukai (PRBC) yang diselenggarakan secara tahunan oleh Direktorat Jenderal
Bea dan Cukai di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

“Pelatihan ini kita gelar selama dua hari berkolaborasi dengan Diskop UMKM Babel dan Civitas Akademika dari UBB untuk mendorong pelaku UMKM kita agar bisa terjun ke pasar internasional,” ujar Munif.

Baca Juga  Dukung Pelestarian Seni Rebana, PT TIMAH Bantu Grup AS-Saaddah Desa Lalang Belitung Timur

Dia menjelaskan, tujuan dari pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM sehingga bisa ‘Naik Kelas’ menjadi UMKM berkualitas, tangguh, memiliki akses permodalan dan pemasaran yang luas serta berorientasi ekspor.

“Pelatihan ini untuk memberikan informasi kepada para UMKM tentang peluang ekspor yang ada, manfaat dari ekspor bagi pertumbuhan bisnis, serta potensi pasar internasional yang dapat diakses,” jelasnya.

Lanjutnya, beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu pelatihan intensif terkait kewirausahaan, Sosialisasi Program Pemberdayaan UMKM Kementerian Keuangan Republik Indonesia, asistensi tata cara ekspor bagi UMKM, hingga
aspek pemasaran digital/digital marketing.

“Diharapkan melalui kegiatan UMKM Week ini dapat mendorong peningkatan kapasitas UMKM binaan sekaligus menggerakkan laju roda perekonomian daerah yang inklusif dan berkelanjutan serta kesejahteraan masyarakat khususnya di Pulau Bangka,” katanya.

Munif menyebutkan, upaya ini dilakukan dalam rangka mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM sehingga dapat berorientasi ekspor, mengingat pentingnya ekspor dalam mendukung perekonomian daerah dan negara.

“Hingga pada akhirnya diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga  Bantu Warga Bangka Selatan Berobat, PT TIMAH Berikan Dukungan untuk Risma Warga Desa Rias

Selain itu, pelatihan ini akan meningkatkan kemampuan peserta berbahasa inggris agar bisa berkomunikasi lebih baik dan percaya diri saat memasuki lingkup bisnis internasional.

“Mereka juga akan belajar mengenai optimasi ChatGPT dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan kegiatan ekspor,” ungkapnya.

Bukan itu saja, lanjut Munif, para peserta juga akan dibekali pengetahuan dan keterampilan menyusun business proposal yang efektif sehingga dapat meningkatkan peluang UMKM dalam mendapatkan pendanaan atau dukungan bisnis.

“Para pelaku UMKM potensial yang mengikuti pelatihan UMKM Week ini memiliki beragam produk usaha nontimah yakni produk kerajinan tangan dan kuliner yang berpotensi memasuki pasar ekspor.

“Mereka juga akan belajar packagingnya (kemasan-red) sehingga nanti saat bisnis matchingnya jalan kita sudah siap,” imbuhnya.

Munif menambahkan hingga saat ini ada 5 pelaku UMKM yang produknya sudah ekspor ke berbagai negara.

“Produk tersebut jenis kuliner dan kerajinan tangan yakni getas, lada putih, daun ketapang, lidi nipah dan kerajinan serta lada,” terangnya.(chu)

[Heateor-SC]