SUNGAILIAT, LASPELA — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka sudah melakukan pengambilan sampel air di sungai yang menghubungkan kecamatan payabenua dan puding besar. Hal tersebut untuk memastikan penyebab matinya ikan-ikan di seputaran sungai Jeruk.
Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Bangka, Insyira Subagia mengatakan pihaknya sudah membawa sample air untuk diuji di laboratorium di Provinsi Babel.
“Jadi hari selasa kita terima laporan dan langsung ke lokasi, setelah kami cek lapangan memang cukup banyak ikan mati disana. Kita sudah ambil sample airnya sekitar satu jerigen lima liter,” ungkapnya, Kamis (08/08/19).
Pihaknya akan menyampaikan penyebab matinya ikan-ikan tersebut setelah hasil dari laboratorium sudah keluar.
“Setelah ada hasilnya nanti baru tahu apa penyebabnya. Sesuai SOPnya, hasil dari laboratorium ini keluar sekitar dua minggu atau 15 hari nanti,” Jelasnya.
Pihaknya juga belum bisa memastikan penyebab matinya ikan-ikan tersebut. Untuk itu, Insyira menghimbau agar masyarakat untuk sementara tidak mengkonsumsi ikan ataupun beraktifitas dialiran sungai tersebut.
“Kita belum tau apa penyebab ikan-ikan itu mati, apa karena limbah, racun ikan atau ada sebab lainnya. Ini masih kita cek, nanti kalau memang limbah, akan ada zat-zat kima dari sample air itu,” Imbuhnya.
Jika memang terbukti dari limbah pabrik, pihaknya akan memberi teguran dan meminta pihak perusahaan menindak lanjuti pembuangan limbahnya.
“Kita akan tegur perusahaan yang terbukti mencemari sungai itu tapi kalau memang akibat warga yang menangkap ikan pakai racun, kita serahkannke pihak kecamatan untuk menyelesaikannya,” tegasnya.
Insyiar mengimbau agar masyarakat untuk menjaga sungai agar tidak tercemar dan mentaati aturan dalam melakukan aktifitas di seputaran sungai.
“Jangan buang sampah di sungai karena itu akan mengganggu sirkulasi air, menangkap ikan juga jangan pakai racun. Kalau memang ada perusahaan, diperhatikan juga limbahnya jangan sampai dibuang ke sungai,” ujarnya.(mah)

