Menerangi Serumpun Sebalai

Keluhan Nelayan Terkait Aktivitas Kapal Trawl Jadi Kecaman DPRD Basel

Oleh: Nopranda Putra

TOBOALI, LASPELA – Keluhan para nelayan Bangka Selatan terkait aktivitas ilegal kapal trawl yang telah meresahkan nelayan di Basel menuai kecaman dari kalangan anggota DPRD Basel.

Salah satu anggota DPRD Basel, Musani meminta Pemorov Babel dan Pemkab Basel segera mencarikan solusi terbaik terkait persoalan kapal trawl yang kembali marak di perairan Toboali. Jika dibiarkan terus berlarut-larut maka akan menimbulkan konflik sosial masyarakat.

“jika memang jaring trawl nelayan hendak diganti menjadi jaring yang ramah lingkungan ya dianggarkan, diganti yang ramah lingkungan, jangan dibiarkan terus menerus seperti ini akan timbul konflik sosial dan konflik horizontal,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (6/7).

Diberitakan sebelumnya, aktivis nelayan Basel Kodi Midahri mengeluhkan aktivitas ilegal kapal trawl yang kembali marak di perairan Toboali. Bahkan aktivitas tersebut nekad beroperasi dekat dengan bibir pantai.

“Kodi mempertanyakan janji Pemprov, DPRD serta Polda Babel untuk menertibkan serta memberikan solusi terbaik terhadap kasus trawl dan juga compreng, jangan didiamkan dan dibiarkan saja terus menerus, jika tidak ada solusi kita akan kembali turun ke jalan,” kata Kodi.

Sebelumnya diketahui, pada Rabu (3/7) malam Tim Gabungan BKO Kapal Baharkam Mabes Polri dan Ditpolair Polda Babel telah mengamankan 4 unit kapal trawl di perairan Karang Ajang Bangka Selatan. (Pra)

[Heateor-SC]