Kendalikan Inflasi, BI Siapkan 98 Operasi Pasar di Bangka Belitung Sepanjang 2026

Avatar photo
Gerakan pangan murah Bank Indonesia yang digelar dalam upaya pengendalian inflasi. (Dok ist)

PANGKALPINANG, LASPELA — Tekanan inflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun ini tak lepas dari faktor cuaca ekstrem dan faktor lainnya.

Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyiapkan langkah konkret melalui puluhan operasi pasar dan gerakan pangan murah guna menjaga daya beli masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, mengungkapkan bahwa angin kencang disertai gelombang tinggi berdampak langsung pada pasokan komoditas hasil laut dan kendala distribusi lainnya.

“Kondisi tersebut membuat nelayan memilih untuk tidak melaut sehingga pasokan ikan dan cumi-cumi di pasar berkurang dan mendorong kenaikan harga,” ujarnya di Pangkalpinang, Rabu (4/2/2026).

Meski pasokan sempat terganggu, Rommy memastikan TPID di seluruh wilayah Bangka Belitung terus bergerak menjaga ketersediaan stok sesuai kebutuhan masyarakat, termasuk melalui intervensi pasar.

Baca Juga  Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Kapolres Minta Masyarakat Tetap Waspada 

Secara umum, seluruh daerah yang disurvei dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) di Bangka Belitung tercatat mengalami inflasi.

“Berdasarkan wilayah, seluruh daerah yang disurvei Indeks Harga Konsumen (IHK) di Bangka Belitung tercatat mengalami inflasi,” jelasnya.

Kabupaten Bangka Barat menjadi daerah dengan inflasi tertinggi sebesar 5,36 persen (yoy), disusul Kota Pangkalpinang 3,69 persen dan Tanjungpandan 3,29 persen.
Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Belitung Timur sebesar 3,09 persen (yoy).

Untuk meredam tekanan tersebut, Bank Indonesia bersama TPID se-Bangka Belitung memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui kebijakan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Salah satu fokus utama tahun ini adalah operasi pasar dan gerakan pangan murah. Sepanjang 2026, telah direncanakan 57 kali Operasi Pasar Murah dan 41 kali Gerakan Pangan Murah yang difasilitasi Bank Indonesia.

Baca Juga  Ingatkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas, Polda Babel Bagikan Helm Gratis ke Pengendara

Hingga awal Februari, realisasi telah mencapai delapan kali Gerakan Pangan Murah dan satu kali Operasi Pasar Murah, yang tersebar di sejumlah wilayah dengan tingkat inflasi relatif tinggi.

Dari sisi distribusi, TPID juga memperketat pengawasan stok. Di Kabupaten Belitung Timur, TPID telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pangkalan LPG 3 kilogram untuk memastikan pasokan tetap aman di tengah cuaca ekstrem.

Rommy menegaskan bahwa tantangan inflasi ke depan masih ada. Namun dengan sinergi yang kuat antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan mitra strategis, inflasi Bangka Belitung diharapkan tetap terkendali.

“Bank Indonesia terus bersinergi dengan TPID dan mitra strategis untuk menjaga inflasi tetap rendah dan stabil sesuai target nasional 2,5±1 persen guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tutupnya. (chu)

[Heateor-SC]