TOBOALI, LASPELA – Dampak dari ledakan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Angsana Toboali, Bangka Selatan makin panjang.
Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) telah melakukan investigasi dan berkoordinasi dengan pihak tim Pemantauan dan Pengawasan (Tawas) Badan Gizi Nasional (BGN).
Pengelola SPPG Angsana, Ali Muzakir menyebutkan hingga kini belum ada informasi yang diterima pihaknya untuk penyetopan SPPG Angsana.
“Belum ada info penyetopan. Kami masih berkoordinasi dengan kepala BGN dan Tawas terkait insiden ledakan dapur SPPG Angsana. Terkait setop sementara kami belum memastikan karena bukan kami pihak yang memutuskan. Sampai sekarang kami tidak menerima surat tersebut,” kata Ali, Sabtu (11/4/2026).
Tak hanya itu, ia membeberkan investigasi juga sudah dilakukan oleh Polres Bangka Selatan pasca insiden ledakan dapur SPPG Angsana pada Jumat kemarin (10/4/2026).
“Kami sudah koordinasi juga dengan Satgas MBG Bangka Selatan semalam sudah hadir dan Polres Bangka Selatan juga sudah investigasi bersama,” ujarnya.
Ia mengatakan, hasil koordinasi dengan satgas MBG bahwa kerusakan akibat ledakan dapur SPPG Angsana minim dan tidak mengganggu operasional.
“Kalau dari Satgas MBG kerusakannya minor harusnya tidak menggangu operasional. Kami akan menyelesaikan satu hari ini,” katanya.
Untuk itu, Ali mengatakan pihaknya akan mengejar perbaikan kerusakan akibat ledakan yang ditimbulkan di dapur SPPG Angsana. Sehingga pada Senin mendatang penyaluran MBG ke sekolah-sekolah tetap beroperasional sedia kala.
“Kalau perbaikan sudah dilakukan hari ini selesai semua. Harusnya senin tidak ada ada masalah untuk beroperasi kembali. Harapan dari kita, Polres dan MBG juga seperti itu,” pungkasnya. (Pra)








