TOBOALI, LASPELA – Suhardi Warga yang terdampak atas ledakan dapur SPPG Angsana Toboali Bangka Selatan meminta kepada pemerintah untuk menutup SPPG Angsana.
Desakan ini pasca rumah kediamannya menjadi dampak langsung dari ledakan tersebut pada Jumat (10/4/2026).
Kaca jendela hingga dinding retak jadi bukti dahsyatnya ledakan tersebut.
Selain itu, anak yang baru berusia dibawah lima tahun pun menangis histeris saat ledakan terjadi.
“Jendela pecah, dinding retak dan anak bungsu saya trauma menangis keras saat ledakan terjadi,” kata Suhardi pemilik rumah yang terdampak langsung ledakan dapur SPPG Angsana, Jumat sore.
Atas kejadian yang merugikan itu, ia pun meminta pemerintah untuk menutup SPPG Angsana.
“Kami warga sekitar SPPG Angsana ini meminta SPPG Angsana ditutup dan dipindahkan ke tempat lain yang jauh dari padat penduduk,” tandasnya.
Ledakan tersebut sempat menghebohkan warga sekitar. Rumah warga yang bersebelahan dengan dapur SPPG Angsana ikut terdampak.
Dentuman ledakan dari SPPG Angsana tersebut bikin warga sekitar terkejut. Pasalnya, suara ledakan yang dikeluarkan cukup keras.
Kerusakan terlihat di bagian pintu belakang SPPG. Tampak juga Warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk mengetahui dimana sumber bunyi ledakan itu.
Hingga berita ini ditayangkan belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak terkait atas penyebab ledakan terjadi.
Upaya konfirmasi pun masih dilakukan media ini kepada Kepala Dapur SPPG Angsana Toboali, Julistin. (Pra)








