KOBA, LASPELA – Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengatakan, menyambut baik program Desa Devisa karena mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Bangka Tengah memiliki berbagai produk unggulan yang berpotensi dikembangkan sebagai komoditas ekspor, seperti olahan ikan kemplang dan getas sampai lada putih.
“Kami memiliki tujuh produk yang ingin dikembangkan sebagai Desa Devisa. Tiga di antaranya sudah berjalan dan dikenal luas,” katanya, Selasa (10/3/2026).
Program tersebut tidak hanya berpotensi memperluas pasar produk lokal hingga ke tingkat global, tetapi juga mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat desa.
“Banyak ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak bekerja, kini bisa terlibat dalam proses produksi. Ini menunjukkan adanya pergerakan ekonomi di desa,” katanya.
Pemkab Bangka Tengah juga menjadikan program Desa Devisa sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekonomi daerah agar tidak bergantung pada sektor timah.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya bergantung pada tambang. Sektor perikanan, pertanian, dan industri UMKM harus jadi penggerak ekonomi baru,” katanya.(pri)






