PANGKALPINANG, LASPELA — Antrean kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Bangka Belitung dalam dua hari terakhir.
Antrean tersebut terlihat tidak hanya di SPBU Opas Indah, tetapi juga di beberapa SPBU lainnya.
Integrated Terminal Manager Pangkal Balam, Tri Awan Nusa Putra, menjelaskan bahwa antrean mulai terlihat sejak Rabu setelah beredar informasi di media sosial dan pemberitaan mengenai ketahanan stok BBM.
Menurutnya, tim Pertamina Bangka Belitung sudah memantau kondisi tersebut sejak hari pertama munculnya antrean.
Awalnya antrean masih berada di area dalam SPBU, namun pada hari kedua antrean mulai meluas hingga ke bahu jalan.
“Setelah berita itu muncul Selasa malam, kami mulai melakukan pemantauan sejak Rabu. Saat itu antrean masih di dalam area SPBU, tetapi hari ini sudah mulai memanjang hingga ke bahu jalan,” ujarnya seusai melakukan inspeksi lapangan bersama Ketua Komisi XII Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, Kamis (5/3/2026).
Pertamina bersama sejumlah pihak juga turun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
Awan mengatakan, dari hasil dialog dengan masyarakat yang mengantre, sebagian besar mengaku terpengaruh oleh informasi yang beredar bahwa ketahanan stok BBM hanya cukup untuk sekitar 20 hari.
“Ketika kami tanyakan, sebagian masyarakat mengaku mengisi BBM karena mendengar informasi di berita dan media sosial bahwa stok hanya cukup 20 hari, sehingga mereka bersiap dari sekarang,” jelasnya.
Padahal, menurutnya, kondisi tersebut tidak benar. Pertamina memastikan stok BBM di Bangka Belitung dalam kondisi aman, termasuk untuk menghadapi kebutuhan selama Ramadan, Idulfitri, hingga setelah masa tersebut.
“Perencanaan dan realisasi penyaluran masih sesuai. Jadi stoknya aman dan tersedia,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa fenomena panic buying justru memicu antrean yang semakin panjang karena masyarakat lain ikut mengantre setelah melihat keramaian di SPBU, meskipun sebenarnya belum membutuhkan BBM.
Secara normal, kebutuhan BBM di wilayah Bangka mencapai sekitar 1.000 hingga 1.100 kiloliter per hari untuk seluruh jenis produk, baik gasoline maupun gasoil.
Menghadapi Ramadan dan Idulfitri, Pertamina bahkan telah menambah pasokan penyaluran ke SPBU.
Selain BBM, Pertamina juga melakukan extra dropping untuk LPG agar ketersediaan energi bagi masyarakat tetap terjaga.
“Kami memastikan stok BBM dan LPG aman. Jadi masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu melakukan pembelian berlebihan,” katanya. (dnd)








