Polres Basel Janji Bongkar Jaringan Narkoba di Lapas dan Petakan Peredaran di Sektor Pertambangan Timah

Avatar photo

TOBOALI, LASPELA – Polres Bangka Selatan (Basel) mengungkap indikasi kuat keterlibatan jaringan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dalam peredaran narkotika yang terungkap selama Operasi Antik Menumbing 2026.

“Indikasi tersebut muncul setelah salah satu tersangka kasus narkoba yang diamankan mengaku bahwa distribusi barang haram itu dikendalikan dari balik jeruji besi lapas,” kata Wakapolres Basel Kompol M Riduan didampingi Kabag Ops AKP Edi P dan Kasatresnarkoba AKP Defriansyah, Selasa (3/2/2026).

Kompol Riduan menegaskan adanya indikasi distribusi barang haram itu dikendalikan dari balik jeruji besi lapas, dan saat ini masih proses penyidikan secara prosedural dan tidak gegabah dalam mengambil langkah.

“Indikasi jaringan lapas sudah muncul dalam pemeriksaan terhadap para pelaku. Kami akan kembangkan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia menjelaskan, keterangan itu tertuang dalam berita acara pemeriksaan pelaku yang berhasil diamankan selama operasi antik pemberantasan narkoba yang digelar secara intensif di wilayah Basel. Namun, pihaknya tidak dapat langsung melakukan pemeriksaan ke dalam lapas tanpa melalui mekanisme administrasi dan koordinasi resmi dengan pihak terkait.

“Kami harus menyurati dan berkoordinasi secara kelembagaan. Itu sedang kami siapkan agar proses hukum berjalan sesuai aturan. Kendala utama kita saat ini bukan pada substansi perkara, melainkan pada tahapan administratif yang wajib dipenuhi sebelum penyidikan diperluas,” terangnya.

Begitu izin turun, kata dia pengembangan akan dilakukan sampai ke aktor utama jaringan lapas.

“Jika sudah ada perintah maka akan kita bongkar aktor jaringan lapas ini,” ungkapnya.

Polres Basel juga akan memetakan pola peredaran narkoba yang menyasar kawasan pertambangan timah, khususnya di wilayah Sukadamai.

“Kita juga memetakan peredaran narkoba yang menyasar pertambangan timah di Sukadamai,” bebernya.

Ia mengungkapkan, tingginya aktivitas tambang, mobilitas pekerja, serta tekanan ekonomi membuat kawasan tersebut rawan dimanfaatkan bandar narkoba untuk melancarkan aksinya.

“Kami memastikan fokus penindakan tetap diarahkan kepada bandar dan pengendali jaringan, bukan semata pengguna, serta mengajak masyarakat aktif memberikan informasi guna memutus mata rantai peredaran narkotika di Basel,” pungkasnya. (Pra)

[Heateor-SC]