PANGKALPINANG, LASPELA–Kepindahan Karim Benzema ke Al Hilal menegaskan arah ambisi klub asal Riyadh tersebut dalam membangun dominasi di Liga Arab Saudi. Penyerang asal Prancis itu resmi bergabung dengan Al Hilal pada bursa transfer Januari 2026 setelah mencapai kesepakatan pemutusan kontrak dengan Al Ittihad.
Pengumuman transfer Benzema disampaikan melalui laman resmi Al Hilal pada Selasa (3/2/2026) dini hari WIB. Mantan kapten Real Madrid itu menandatangani kontrak berdurasi satu setengah tahun dan bergabung dengan status bebas transfer.
Alih-alih menanggapi isu ketegangan yang muncul di antara klub-klub besar Saudi Pro League, Benzema memilih fokus pada adaptasi dan target bersama tim barunya. Ia bahkan menyamakan Al Hilal dengan Real Madrid, klub yang membesarkan namanya di Eropa, sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas organisasi dan atmosfer tim.
” Saya senang berada di sini, setelah latihan pertama saya bersama tim, bersama pelatih. Saya sangat senang dan gembira menjadi bagian dari tim ini. Ini tim yang hebat, dengan sejarah yang hebat. Mereka memenangkan banyak trofi. Mirip dengan Real Madrid di Asia.” kata Benzema, dikutip dari laman resmi Al Hilal.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keputusan Benzema didasarkan pada keyakinan terhadap proyek olahraga Al Hilal, bukan pada rivalitas personal atau dinamika antar-klub. Ia juga mengingat kembali pengalamannya menghadapi Al Hilal saat masih berseragam Real Madrid, yang menurutnya selalu menjadi lawan tangguh.
Di sisi lain, kepindahan Benzema memang membawa dampak kompetitif besar bagi peta persaingan liga. Al Hilal kini semakin kuat di puncak klasemen, sementara Al Nassr berada tepat di bawahnya dengan selisih satu poin. Persaingan gelar pun diprediksi kian ketat hingga akhir musim.
Isu kekecewaan Cristiano Ronaldo terhadap Public Investment Fund (PIF) tetap menjadi perbincangan, namun kehadiran Benzema di Al Hilal menunjukkan bahwa Saudi Pro League terus bergerak dengan logika profesionalisme dan daya tarik proyek jangka panjang. Liga tak lagi hanya tentang nama besar, melainkan soal bagaimana klub membangun identitas dan kekuatan secara berkelanjutan. (*/dar)



