65 Sekolah di Basel Masuk Fokus Revitalisasi 2026, Anshori: Sumber Anggaran DAK

Avatar photo

TOBOALI, LASPELA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) memastikan sebanyak 65 satuan pendidikan di wilayah tersebut masuk dalam kuota program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk tahun anggaran 2026.

​Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, menjelaskan proses pengusulan telah dilakukan sejak tahun 2025 melalui sistem berbasis situs web resmi pemerintah pusat.

​”Rinciannya terdiri dari 30 Sekolah Dasar (SD), 15 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 18 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta dua satuan pendidikan kesetaraan,” kata Anshori, Rabu (4/2/2026).

​Saat ini, program tersebut tengah memasuki tahap verifikasi lapangan dan administrasi. Anshori menyebutkan, setiap satuan pendidikan yang telah diusulkan wajib mengunggah dokumen pendukung secara mendetail ke sistem Kemendikdasmen untuk kemudian divalidasi oleh tim pusat.
​Meski kuota yang diberikan sebanyak 65 sekolah, pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap.

“Kami masih menunggu informasi resmi dari kementerian mengenai sekolah mana saja yang akan diprioritaskan untuk memulai pengerjaan lebih awal. Target kami, hingga akhir tahun seluruh 65 sekolah tersebut sudah tersentuh perbaikan,” ujarnya.

​Adapun kriteria utama sekolah penerima manfaat adalah bangunan yang minimal mengalami tingkat kerusakan sedang yakni fokus revitalisasi pada periode 2025-2026.

​”Fokus revitalisasi yakni Ruang kelas dan ruang guru/tenaga kependidikan, Perpustakaan​ dan Fasilitas sanitasi atau WC sekolah,” ungkapnya.

​Anshori menekankan penentuan sekolah prioritas dilakukan secara objektif berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Data terkait kondisi sarana prasarana dan jumlah siswa yang ter-update di sistem menjadi acuan utama pemerintah pusat sebelum melakukan konfirmasi ke daerah.

​Lebih lanjut, Anshori menegaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga mencakup sekolah swasta.

“Jadi fokus revitalisasi ini juga menyasar ke sekolah swasta juga,” sebutnya.

Ia mengakui dukungan pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sangat krusial mengingat keterbatasan APBD maupun DAU daerah untuk sektor pembangunan fisik secara masif.

​”Tujuan utamanya adalah meningkatkan standar pendidikan serta memastikan kelayakan dan kenyamanan. Kami ingin anak-anak di Bangka Selatan bisa belajar dengan aman, nyaman, dan tenang tanpa harus khawatir dengan kondisi fisik bangunan sekolah mereka,” pungkasnya. (Pra)

[Heateor-SC]