Home / BANGKA BELITUNG / Beras Cap Tugu Nanas Mulai di Pasarkan ke Daerah-Daerah Babel

Beras Cap Tugu Nanas Mulai di Pasarkan ke Daerah-Daerah Babel

Oleh : Nopranda Putra

TOBOALI, LASPELA – Peminat Beras Lokal asal Desa Rias Kecamatan Toboali, tidak hanya masyarakat Bangka Selatan yang menikmatinya, ternyata daerah lain di wilayah Provinsi Bangka Belitung (Babel) ikut mengkonsumsi juga, diantaranya Sungailiat, Pangkalpinang, Koba hingga Belinyu.

Beras yang dikemas rapi dan menarik ini, dengan nama kemasan beras Cap Tugu Nanas, telah didistribusikan kepasaran berton – ton, dengan berbagai kemasan mulai kemasan 2,5 kilogram untuk program zakat fitrah hingga kemasan 10 kilogram.

Ketua Koperasi Besaoh Bersinar, Sumindar mengatakan produk beras lokal dalam kemasan tersebut merupakan terobosan yang dilakukan oleh Koperasi Serba Usaha Besaoh Bersinar yang berkantor induk di Toboali.

“Kami sebenarnya memproduksi beras lokal ini setiap tahun ketika musim panen, niat utamanya adalah membantu petani agar bisa memasarkan beras saat musim panen tiba. Alhamdulillah pesanan ternyata banyak mulai dari Belinyu sampai tetangga terdekat Bangka Tengah,” ungkap Sumindar.

Ia menjelaskan, untuk beras produksi mereka tersebut sengaja menggunakan nama beras Cap Tugu Nanas untuk menguatkan identitas lokal Bangka Selatan. Saat ini produk dengan nama beras Cap Tugu Nanas tersebut terdiri dari dua jenis yaitu beras merah dan beras putih, semuanya bebas pengawet dan bebas residu.

“Untuk mengemasnya kami selalu memperoleh bimbingan dari Dinas Pertanian Pangan Peternakan maupun dari Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM juga Disperindag. Semua dilakukan agar hasil kemasan layak untuk diedarkan,” jelas Sumindar.

Dia menambahkan Pemkab Basel terus membuat terobosan berarti dengan mengenalkan beras bermerek Beras Cap Tugu Nanas produksi para petani Basel yang pemasaranya dilakukan melalui pemberdayaan koperasi. Beras dalam kemasan 5 kg dan 10 kg ini sudah ada sejak tahun 2013 lalu dengan memiliki kualitas serupa seperti beras-beras kuliatas dan menjadi pesaing beras impor di pasaran.

“Seperti pernah dijelaskan bahwa masyarakat lebih memilih beras lokal dalam hal ini beras Cap Tugu Nanas karena tidak mengandung bahan pengawet, dan dari segi rasa dan aroma juga masih original tanpa pewangi sintetik serta ciri khas beras Bangka Selatan ini pulen,” pungkas Sumindar.

About noprandaa

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish