Menerangi Serumpun Sebalai

Cek Kelengkapan Peralatan Basarnas, Marsekal Henri Alfiandi Berkunjung ke Babel

PANGKALPINANG, LASPELA – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi melakukan kunjungan kerja dalam rangka melihat kelengkapan peralatan yang ada di Kantor SAR Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Senin (8/8/2022). Apa yang dibutuhkan para rescure di daerah menjadi perhatian SAR pusat agar para rescure dapat mengoptimalkan kerjanya dalam memberi permintaan bantuan dan pertolongan penyelamat baik di air atau diluar permukaan air.

“Ke depan kami juga akan membuat suatu perencanaan, sehingga apa yang dibutuhkan para rescure dapat kita tingkatkan sehingga apa yang mereka inginkan dapat terpenuhi agar layanan Basarnas kemasyarakatan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Baca Juga  Perjuangan Habibi Melawan Hirschsprung, Bantuan PT TIMAH Ringankan Beban Keluarga

Henri menyebutkan, perlengkapan alat pertolongan di Babel cukup lengkap dalam mencukupi kebutuhan, namun quick respon belum bisa terpenuhi semua karena semua alat harusnya ada disetiap pos.

“Di Babel masih minim peralatan selamnya karena alat ini sangat dibutuhkan disetiap pos. Masing-masing pos harus ada 2 alat selam, meski disini sudah ada tapi belum mencukupi karena baru ada 12 alat selam, harusnya ada 20 alat selam,” tuturnya.

Lanjut Henri, untuk kemampuan para rescure tidak perlu diragukan lagi, karena kualitas rescure Indonesia sangat baik dan mendapat urutan terbaik ketiga setelah Amerika dan Singapura.

Baca Juga  Kolaborasi PT TIMAH, Pemerintah Kabupaten Bangka dan Warga Ubah Kolong AKHLAK Jadi Kawasan Produktif

“Kemampuan recure kita sudah teruji untuk Asia Pasific kita berada di urutan ketiga pelayanan rescure terbaik setelah Amerika dan Singapura. Standar rescure kita tidak kalah dengan rescure luar negeri,” ujarnya.

Dia menambahkan, ini menjadi tantangan Basarnas ke depan yakni bagaimana dana yang diberikan pemerintah dikelola seefektif mungkin untuk dibisa diwujudkan penyediaan peralatan kebutuhan recure.

“Namun untuk jumlah rescure di Indonesia masih sangat minim hanya 4.000 personil, sehingga kita perlu penambahan ASN dan cara lain kita mengatasi itu dengan merekrut PPPK dan saling bersinergi dengan TNI Polri, LSM masyarakat yang memiliki potensi SAR,” tutupnya. (wa)