PANGKALPINANG, LASPELA – Harga sejumlah komoditas sayuran mengalami kenaikan dalam dua minggu terakhir.
Kenaikan harga tersebut dikeluhkan pedagang karena modal belanja semakin besar, sementara daya beli masyarakat mulai menurun.
Salah satu pedagang sayur di Desa Terak,Kecamatan Simpangkatis, Eem, mengatakan harga sayuran yang mengalami kenaikan di antaranya sawi, bayam dan kangkung.
Menurutnya, kenaikan harga sudah terjadi sejak sekitar dua pekan terakhir.
“Sudah sekitar dua minggu terakhir harga sayur naik. Sawi sekarang Rp25 ribu per kilogram, biasanya paling mahal Rp15 ribu. Bayam sekarang Rp20 ribu per kilogram, biasanya sekitar Rp12 ribu. Kangkung sekarang Rp12 ribu per kilogram, biasanya Rp8 ribu,” kata Eem saat ditemui di Pasar Terak, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan kenaikan harga berasal dari tingkat petani. Para petani mengaku biaya produksi pertanian meningkat akibat naiknya harga pupuk dan obat-obatan pertanian atau racun hama.
“Kata petani sekarang harga pupuk naik, harga racun juga naik. Jadi biaya tanam lebih besar dan harga jual sayur ikut naik,” ujarnya.
Menurut Eem, meski harga sayur naik, masyarakat tetap membeli karena sayuran menjadi kebutuhan sehari-hari.
Namun, sebagian pembeli kini mulai mengurangi jumlah belanja dibanding biasanya.
“Pembeli tetap ada, tapi ada yang sekarang beli sedikit-sedikit karena harga naik. Biasanya beli satu kilogram, sekarang setengah kilogram,” ungkapnya.
Sementara itu, harga cabai rawit di Pasar Terak masih terpantau stabil di angka Rp60 ribu per kilogram.
Harga tersebut dinilai masih normal dan belum mengalami lonjakan seperti beberapa komoditas sayuran.
Untuk harga ikan juga masih relatif stabil. Ikan kembung dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram, sedangkan ikan hapau juga berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram.
Pedagang berharap harga pupuk dan kebutuhan pertanian lainnya dapat kembali stabil agar harga sayur di pasaran tidak terus mengalami kenaikan dan daya beli masyarakat tetap terjaga.(dnd)

