PANGKALPINANG, LASPELA – Untuk kedua kalinya diawal tahun 2026 Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung (Babel), menyelenggarakan business pitching, yang difasilitasi oleh Kemendag RI, yang berlangsung secara daring Jumat (13/2/2026) di Kantor Disperindag Babel.
Kali ini, negara yang menjadi tujuan business pitching yaitu negara Meksiko.
Dalam pertemuan tersebut, Direktorat Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag RI menghadirkan langsung Kepala ITPC Mexico City Leonardo Silaban beserta anggotanya yaitu Yanto Nawir dan Rini bersama pengusaha UMKM Babel produk yaitu Sago Mee, Kripik Cumi Nina, Billiton Spice (lada), Madu Trigona Kelompok Tani Laskar Misela dari Kabupaten Belitung Timur.
Selain itu, kegiatan yang dihadiri Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Babel Fred Ferdiansyah dan Bea Cukai Pangkalpinang Agung Hermawan.
Menurut Kepala ITPC Mexico City, Leonardo Silaban, dalam paparannya mengatakan Indonesian Trade Promotion Center (ITC) merupakan Lembaga teknis dibawah Kemendag RI, yang bertugas mempromosikan ekspor produk Indonesia ke pasar internasional, menjembatani pelaku usaha serta memfasilitasi hubungan dagang dengan negara mitra dalam berbagai bentuk kegiatan.
“Saat ini, ITPC dibawah Kemendag tersebar di 19 negara di dunia,” ujarnya
Dia menyebutkan, Meksiko adalah negara dengan kemampuan ekonomi terbesar ke-15 di dunia dengan PDRB USD 1,41 Triliun sehingga memiliki daya beli yang relatif tinggi.
“Dengan 129 juta penduduknya dimana tercatat 104,1 juta merupakan pengguna internet membuka peluang e-commerce,” katanya.
Selain itu, Meksiko merupakan pintu masuk eksportir ke Amerika berpeluang untuk produk furniture, home decor, F & B, handycraft, wig & eyelash, glassware, essential oli, kopi luwak, avocado oil, dan lain-lain.
Kepabean Meksiko sangat ketat dalam penerapan standarisasi produk, untuk HS code komoditas ekspor Meksiko menerapkan HS 10 digit.
“Tantangan dan hambatan produk Indonesia masuk Meksiko antara lain, biaya logistik, belum adanya perjanjian dagang sehingga berakibat bea masuk tinggi, kemiripan produknya dengan Indonesia, minimnya kontak dengan pelaku usaha/calon buyer karena Bahasa” jelas Leonardo.
Sementara itu, Kepala Disperindag Babel di wakili oleh Kepala Bidang SPPE, Agus Setio Rini didampingi tim mengharapkan, kegiatan business pitching dengan menjelaskan beragam keunggulan produk asal Provinsi Bangka Belitung akan membawa produk masuk ke retail Meksiko.
“Business pitching hari ini menghadirkan produk-produk dengan keunggulan atau keunikan tersendiri dan belum dikenal khususnya di negara tujuan Meksiko,” harapan.
Pada kesempatan tersebut, seluruh pelaku usaha asal Bangka Belitung mempresentasikan produknya, seperti Tani Laskar Misela dengan produk madu TRIGONA menyampaikan keunggulan madunya dimana madu Misela adalah hasil budidaya lebah dengan standar kualitas pengolahan yang baik dan konsep peduli lingkungan.
Untuk madu Misela, sebagaimana produk makanan atau herbal lainnya harus dilengkapi dengan standarisasi dan informasi komposisi produk yang detail agar masuk pasar Meksiko.
“Meksiko adalah produsen madu sehingga akan menerapkan kebijkan guna melindungi produk lokal, namun dengan keunggulan yang ditawarkan madu TRIGONA Misela peluang untuk pasar lokal tetap menjanjikan,” tuturnya
Sementara itu, Billiton Spice dengan pengalaman ekspor ke Perancis, Hongkong, Nederland berharap Meksiko dengan konsumtif lada yang cukup besar dapat memberikan peluang ekspor.
“Dimana lada Billiton Spice dengan keutamaan kualitas produk dengan kandungan piperin yang lebih tinggi disbanding negara Vietnam yang saat ini jadi pemasok lada di Meksiko,” terangnya.
Disisi lain, Sago Mee adalah mie dengan bahan baku sagu yang khas dari wilayah tertentu di Indonesia (Sumatera, Kalimantan, Papua) memiliki keunggulan lebih sehat dengan tekstur yang lebih lembut dibanding mie pada umumnya.
Sagoo Mee telah ekspor produk ke Singapura dan ke Perancis, Belanda serta Jepang melalui hand carry.
“Diharapkan produk Sago Mee dapat display di ITPC Meksiko mengingat keunikan bahan bakunya dan menguatkan story telling produk untuk mendukung promosinya,” harapnya.
Snack atau cracker di Meksiko umumnya berbahan baku kentang dan dibanyak produk makanan Meksiko menggunakan lemon sebagai varian rasa.
Kripik cumi yang diinformasikan PT Selera Nusantara Cumi Nina seperti halnya Sago Mee yang dihadirkan PT Langit Bumi Lestari, adalah produk dengan keunikan tersendiri yang memiliki peluang di Meksiko. Apalagi kripik cumi dengan teknologi pengolahannya dapat bertahan dalam penyimpanan untuk waktu yang relatif lama bagi produk makanan olahan. (chu)





