KOBA, LASPELA – Dinas Kesehatan Bangka Tengah terus memaksimalkan upaya penanggulangan HIV/AIDS, karena jumlah kasus yang telah mencapai 25 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, Zaitun, menyampaikan berbagai langkah dilakukan, mulai dari skrining hingga edukasi masyarakat guna menekan penyebaran.
Terdapat sejumlah faktor risiko penularan HIV/AIDS, di antaranya perilaku hubungan seksual berisiko serta transfusi darah yang tidak aman.
“Untuk pencegahan, kami melakukan skrining HIV/AIDS serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Namun, memang tidak semua orang bersedia menjalani pemeriksaan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, deteksi dini melalui skrining sangat penting karena HIV/AIDS termasuk penyakit berbahaya yang memerlukan penanganan serius.
“Ini menjadi salah satu penyakit prioritas. Setiap kegiatan promosi kesehatan, kami selalu menyampaikan bahwa HIV/AIDS berbahaya dan perlu dicegah sejak dini,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga aktif melakukan sosialisasi terkait faktor risiko penularan, dengan harapan masyarakat lebih waspada dan menjaga diri.
“Kami juga menyasar sekolah dan kalangan remaja agar pemahaman tentang HIV/AIDS bisa ditanamkan sejak dini,” tambahnya.
Zaitun menambahkan, upaya penanganan HIV/AIDS di Bangka Tengah turut didukung oleh anggaran dari pemerintah pusat, khususnya untuk program penyakit prioritas, baik menular maupun tidak menular.(pri)



